Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami."
Ayat ini menegaskan bahwa Isra merupakan perjalanan nyata yang terjadi dengan jasad dan ruh Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar mimpi atau imajinasi.
Keutamaan Peristiwa Isra Mi'raj
Peristiwa Isra mi'raj memiliki sejumlah keutamaan dalam Islam.
Pertama, bukti kekuasaan mutlak Allah SWT. Isra Mi'raj menunjukkan bahwa Allah SWT berkuasa atas semua dimensi waktu dan ruang. Perjalanan yang secara normal memakan waktu berminggu-minggu dapat ditempuh dalam satu malam, membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil bagi kekuasaan Allah.
Kedua, menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Dengan menjadi imam shalat bagi seluruh nabi terdahulu di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad ditunjukkan sebagai pemimpin spiritual tertinggi di sisi Allah. Beliau juga mendapat kehormatan dihadapkan langsung kepada Allah tanpa perantara, berbeda dengan para nabi lainnya.
Ketiga, diturunkannya perintah shalat lima waktu. Puncak dari perjalanan Mi'raj adalah penerimaan perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT, yang menjadi pilar utama dalam Islam dan ibadah wajib bagi seluruh umat Muslim selamanya. Awalnya Allah memerintahkan 50 shalat, namun melalui saran Nabi Musa, jumlah itu dikurangi hingga menjadi lima shalat dengan pahala 50 shalat.
Keempat, menunjukkan keistimewaan Masjidil Aqsa. Pemilihan Masjidil Aqsa sebagai tempat persinggahan Nabi dalam perjalanan Isra menunjukkan betapa mulianya masjid ini bagi umat Islam, dan menegaskan pentingnya menjaga masjid yang berbarokah ini.