Pelaksanaan puasa Syaban secara umum sama dengan puasa sunnah lain:
Mengawali dengan niat ikhlas karena Allah, baik di dalam hati maupun dengan bacaan lafaz niat di atas.
Menahan diri dari makan, minum, dan pembatal lain sejak terbit fajar sampai terbenam matahari sebagaimana puasa pada umumnya.
Dianjurkan memperbanyak amalan pendukung: tilawah Al-Qur’an, sedekah, zikir, dan doa memohon ampunan serta kemudahan menuju Ramadhan.
Hari pelaksanaannya fleksibel: bisa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (13–15 Syaban), atau hari-hari lain di bulan Syaban sesuai kemampuan, tanpa harus sebulan penuh.
Keutamaan Puasa Syaban
Beberapa keutamaan puasa Syaban yang disebutkan ulama di antaranya:
Menjadi sebab diperolehnya syafaat Nabi Muhammad SAW bagi orang yang mencintai dan mengikuti sunnahnya, sebagaimana dijelaskan Syekh Nawawi al-Bantani tentang orang yang berpuasa di bulan Syaban.
Menjadi sarana latihan dan persiapan ruhani, sehingga ketika masuk Ramadhan seorang Muslim sudah lebih terbiasa menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.
Termasuk amalan yang mengisi “waktu lengah” banyak manusia, karena Syaban berada di antara Rajab dan Ramadhan; menghidupkan bulan ini menunjukkan kesungguhan ibadah.
Dengan memahami tata cara, niat, dan keutamaan ini, puasa Syaban dapat menjadi bekal penting menyambut Ramadhan secara lebih siap, tenang, dan penuh kesadaran spiritual.