Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Umat Islam Diajak Manfaatkan AI untuk Ibadah Agar Tak Tertinggal Merespons Teknologi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |14:12 WIB
Umat Islam Diajak Manfaatkan AI untuk Ibadah Agar Tak Tertinggal Merespons Teknologi
Ilustrasi.
A
A
A

Tanpa dukungan AI, proses penentuan awal bulan dengan kriteria baru yang lebih kompleks akan memerlukan waktu yang sangat panjang.

Melihat contoh-contoh tersebut, Rofiq mengajak umat Islam, terutama warga Muhammadiyah, untuk bersikap bijak dalam menyikapi perkembangan AI.

Dalam spektrum pemikiran Islam terdapat pandangan konservatif yang mengingatkan tentang dampak negatif dari teknologi, misalnya kritik dari pemikir seperti Seyyed Hossein Nasr dan Wael Hallaq terhadap modernisasi yang dianggap berdampak pada pola pikir, nalar, dan daya kritis manusia.

Namun demikian, Rofiq menegaskan bahwa bagi Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid dan berkemajuan, menolak AI bukanlah pilihan.

“There is no point of return. Kita tidak bisa lari ke belakang,” tegasnya.

Menurutnya, sikap menolak AI bertentangan dengan teologi Islam, semangat Al-Qur’an dan sunah, sejarah peradaban Islam, serta tidak bersifat praktis.

Jangan Sampai Terlambat

Rofiq mengingatkan pengalaman sejarah ketika dunia Islam terlambat menerima teknologi mesin cetak. Penolakan terhadap mesin cetak pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah, kata Rofiq, menyebabkan umat Islam tertinggal jauh dari Barat yang justru mengalami lompatan besar melalui reformasi gereja, pencerahan, dan revolusi industri.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement