Penjelasan ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Syihabuddin Mahmud al-Alusi dalam kitab Tafsir Ruhul Ma’ani fi Tafsiril Qur’anil Adzim was Sab’il Matsani, jilid XV, halaman 41:
وَقَوْلُهُ تَعَالَى: سَنَسْتَدْرِجُهُم، أَيْ سَنَسْتَنْزِلُهُمْ إِلَى الْعَذَابِ دَرَجَةً فَدَرَجَةً بِالْإِمْهَالِ وَإِدَامَةِ الصِّحَّةِ وَازْدِيَادِ النِّعْمَةِ. قَوْلُهُ تَعَالَى: مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ، أَنَّهُ اسْتِدْرَاجٌ بَلْ يَزْعُمُونَ أَنَّ ذَلِكَ إِيْثَارٌ لَهُمْ وَتَفَضُّلٌ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ مَعَ أَنَّهُ سَبَبٌ لِهَلَاكِهِم
Artinya, “Dan firman Allah Ta’ala: (Sanastadrijuhum – Kami biarkan mereka berangsur-angsur), yaitu Kami akan menurunkan mereka ke dalam azab setahap demi setahap dengan memberikan penangguhan, kelanjutan kesehatan, dan bertambahnya nikmat. Firman Allah Ta’ala: (min ḫaitsu lâ ya’lamûn – dari arah yang tidak mereka ketahui), bahwa itu adalah istidraj, bahkan mereka menyangka bahwa itu adalah pemberian keutamaan dan kelebihan atas orang-orang mukmin, padahal itu adalah sebab kebinasaan mereka.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Lantas bagaimana cara kita mengetahui apakah suatu pemberian adalah istidraj? Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan kepada kita semua, bahwa apabila seseorang terus-menerus diberikan apa yang ia sukai, sementara pada saat yang sama ia tetap tenggelam dalam kemaksiatan, meremehkan kewajiban, dan tidak ada perubahan menuju ketaatan, maka kondisi seperti itu patut dikhawatirkan sebagai istidraj. Nabi bersabda:
إِذَا رَأَيْتُمُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي الْعَبْدَ مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ
Artinya, “Jika kalian melihat Allah Azza wa Jalla memberikan seorang hamba apa yang ia sukai, sementara ia terus menerus melakukan maksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj dari-Nya,” (HR. Al-Baihaqi).
Oleh karena itu, sungguh merugi dan tertipu orang yang merasa dirinya paling dicintai Allah hanya karena hartanya bertambah, usahanya lancar, atau jabatannya naik, sementara ketaatannya kepada Allah justru stagnan atau bahkan menurun.