JAKARTA - Pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan umat Islam semakin giat melakukan ibadah, terutama sholat malam, untuk mencari keberkahan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih Utama dari 1000 bulan. Namun, terkadang ada yang bingung mengenai urutan sholat malam untuk mengejar Lailatul Qadar.
Urutan Sholat Malam Lailatul Qadar
Pada dasarnya tidak ada ketentuan khusus sholat malam untuk Lailatul Qadar. Sholat yang dilakukan mengikuti pola sholat malam secara umum, seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Niat dan Persiapan Sholat Malam
Sholat malam bisa dilakukan setelah sholat Isya dan Tarawih (untuk yang melakukannya), namun yang paling utama adalah di sepertiga malam terakhir.
Niat sholat tahajud (dibaca pelan sebelum takbir):
"Ushalli sunnatat-tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā."
Artinya: “Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
"Ushalli sunnata al-witri rak‘atan (au tsalātsa raka‘ātin) lillāhi ta‘ālā."
Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat (atau tiga rakaat) karena Allah Ta’ala.”
Urutan Sholat Malam Lailatul Qadar
Berikut urutan yang lazim diajarkan ulama:
Bangun di sepertiga malam terakhir
Berwudhu, perbanyak istighfar singkat, lalu mulai sholat.
Sholat Tahajud 2 rakaat (diulang beberapa kali)
Kerjakan 2 rakaat–2 rakaat, sesuai kemampuan (misalnya 4 atau 8 rakaat).
Tata cara setiap 2 rakaat sama seperti sholat sunnah lain:
Rakaat 1:
Niat tahajud
Takbiratul ihram
Baca doa iftitah (bila mau)
Baca Al-Fatihah
Baca surat
Ruku’, i‘tidal, sujud dua kali, kemudian bangkit ke rakaat kedua
Rakaat 2:
Al-Fatihah
Surat pendek lagi
Ruku’, i‘tidal, sujud dua kali
Tasyahud akhir dan salam.
Tidak ada bacaan khusus yang wajib untuk Lailatul Qadar; bacaan surat boleh apa saja, hanya dianjurkan memperpanjang bacaannya jika mampu.
Memperpanjang sujud untuk berdoa
Di setiap sujud, terutama sujud terakhir dari rangkaian tahajud, panjangkan doa. Di sinilah ditekankan hadis:
"أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ"
Artinya: “Saat terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.”
Sholat Witir sebagai penutup
Setelah selesai tahajud, tutup dengan witir (1, 3, atau 5 rakaat—yang paling sering 1 atau 3 rakaat). Contoh pola tiga rakaat:
2 rakaat + salam, lalu 1 rakaat + salam; atau
3 rakaat langsung dengan satu tasyahud di akhir.
Bacaan minimal sama dengan sholat sunnah lain: Al-Fatihah dan surat pendek. Banyak ulama dan guru di Indonesia menganjurkan di rakaat-rakaat witir membaca:
Al-A‘la, Al-Kāfirūn, Al-Ikhlās (contoh pola yang dikenal dari riwayat tentang bacaan Nabi).
Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar
Di sela sholat, terutama setelah selesai witir, sangat dianjurkan membaca doa yang diajarkan Nabi kepada Aisyah RA ketika ditanya apa yang dibaca jika bertemu Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini bisa dibaca saat sujud, setelah salam witir atau saat berdzikir menjelang subuh.
Sholat malam Lailatul Qadar umumnya dijelaskan bukan sebagai sholat khusus dengan bacaan khusus, tetapi memaksimalkan qiyamullail yang biasa, dengan niat dan isi doa yang difokuskan untuk memohon ampun. Artinya, yang dibenahi bukan kualitas sholat dan ibadahnya.
(Awaludin)