Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Contoh Khutbah Idul Fitri Muhammadiyah 20 Maret 2026

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 18 Maret 2026 |15:01 WIB
Contoh Khutbah Idul Fitri Muhammadiyah 20 Maret 2026
Ilustrasi.
A
A
A

Allāhu akbar, Allāhu akbar, walillāhil-ḥamd.

Apa yang dapat kita lakukan? Apa peran setiap individu muslim untuk mengubah keadaan? Di tengah kepungan krisis global dan kerapuhan persatuan yang kita saksikan, langkah pertama dan yang paling mendasar untuk melakukan perubahan bukanlah dengan sekadar meratapi keadaan, melainkan dengan kembali membangun fondasi utama peradaban: yakni menjadi dan menciptakan manusia Muslim yang unggul. Kita harus menyadari bahwa peradaban tidak pernah dibangun di atas pasir yang rapuh, melainkan di atas kualitas individu-individu yang memiliki keteguhan iman sekaligus keunggulan intelektual. Inilah kunci untuk mengubah nasib umat dari objek sejarah menjadi subjek yang menentukan arah zaman.

Membangun manusia unggul dimulai dengan mengintegrasikan kembali kesalehan ritual dengan kesalehan sosial dan profesional. Kita memerlukan pribadi yang dahi-Nya sujud di atas sajadah, sadar akan perannya sebagai budak Allah, pada saat yang sama juga pikirannya mampu menaklukkan sains dan teknologi. Secara empirik, sejarah mencatat bahwa kebangkitan sebuah bangsa selalu dimulai dari investasi besar-besaran pada kualitas manusianya, atau yang dalam ekonomi modern disebut sebagai Human Capital. Data menunjukkan bahwa negara-negara yang mampu bangkit dari reruntuhan pasca-perang, seperti Jepang atau Korea Selatan, melakukannya bukan karena mereka memiliki kekayaan alam yang melimpah, melainkan karena mereka memiliki manusia yang memiliki disiplin tinggi, integritas, dan penguasaan ilmu pengetahuan yang mumpuni.

Bagi kita umat Islam, modal utama ini sebenarnya sudah tersimpan dalam kurikulum Ramadan yang baru saja kita lalui. Manusia unggul yang kita dambakan adalah mereka yang memiliki kemampuan regulasi diri yang luar biasa; mereka yang mampu berkata “tidak” pada kecurangan meskipun tidak ada yang melihat, dan berkata “ya” pada kejujuran meskipun itu pahit. Inilah kekuatan akhlak yang menjadi mata uang paling berharga dalam membangun peradaban yang berwibawa. Tanpa akhlak individu, bantuan materi dan dukungan politik sebesar apa pun hanya akan menguap dalam lubang korupsi dan inefisiensi.

Lebih jauh lagi, manusia Muslim yang unggul haruslah menjadi pembelajar yang gigih. Kita diperintahkan untuk menjadi umat Iqra’, umat yang membaca realitas dengan kacamata ilmu. Keunggulan kita di masa depan sangat bergantung pada sejauh mana kita mampu menutup celah ketertinggalan literasi dan riset. Kehebatan peradaban Islam di masa lalu, dari Baghdad hingga Andalusia, bukanlah kebetulan sejarah, melainkan hasil dari sebuah sistem pendidikan yang melahirkan manusia-manusia multidisiplin—yang hafal Al-Qur’an sekaligus menguasai astronomi, yang ahli fiqih sekaligus pionir dalam ilmu kedokteran.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement