Kedua, menyatakan awal waktu sholat Ied adalah ketika matahari naik. Ini adalah pandangan yang ditegaskan oleh Al-Bandaniji dan Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab At-Tanbih. Menurut An-Nawawi, pendapat ini zhahirnya adalah ucapan Ash-Shaidalani, Al-Baghawi, dan ulama lainnya.
وَالثَّانِيُّ) أَنَّهُ يَدْخُلُ بِارْتِفَاعِ الشَّمْسِ وَبِهِ قَطَعَ البَنْدَنيِجِيُّ وَالْمُصَنِّفُ فِي التَّنْبِيهِ وَهُوَ ظَاهِرُ كَلَامِ الصَّيْدَلَانِىُّ وَالْبَغَوِىُّ وَغَيْرُهُمَا
Artinya: “Pendapat kedua menyatakan bahwa masuknya waktu sholat Ied adalah ketika naiknya matahari. Pendapat ini ditegaskan oleh Al-Bandaniji dan Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab At-Tanbih. Pendapat ini zhahirnya adalah ucapan Ash-Shaidalani, Al-Baghawi dan selain keduanya,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz VII, halaman 7).
Para ulama Syafi’i bersepakat bahwa akhir dari sholat Ied, yakni tergelincirnya matahari. Sedangkan awal sholat Id, para ulama Syafi’i berbeda pendapat, ada yang berpendapat ketika matahari terbit, ada juga yang berpendapat ketika matahari sudah naik.
Di Indonesia, sholat Ied biasanya dilaksanakan pukul 07.00 WIB. Sholat dilaksanakan dua rakaat dengan 7 takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua. Setelah menunaikan sholat, mendengarkan khutbah sebagai bentuk kesempurnaan ibadah.
(Erha Aprili Ramadhoni)