Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Doa Sholat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 03 Mei 2026 |16:44 WIB
Doa Sholat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA — Dalam rangkaian ibadah haji dan umrah, setiap amalan memiliki ruh dan kedalaman makna yang tidak bisa dipisahkan dari doa. Salah satu momen yang sangat berharga adalah setelah melaksanakan sholat sunnah dua rakaat selepas tawaf.

Di antara teladan dalam memanfaatkan momentum tersebut adalah sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu.

Dalam kitab Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaibah mencatat riwayat dari Nafi’ yang menyebutkan bahwa ketika Abdullah bin Umar datang sebagai jemaah haji atau umrah, beliau melakukan tawaf di Ka’bah, lalu melaksanakan sholat sunnah dua rakaat, kemudian dengan khusyuk memanjatkan doa.

Menariknya, setelah melakukan sholat sunnah tersebut, Abdullah bin Umar duduk lebih lama daripada waktu berdirinya. Disebutkan dalam riwayat tersebut, waktu itu diisi dengan pujian kepada Allah dan doa yang sungguh-sungguh. Doa itu juga dibacanya ketika berada di antara Safa dan Marwa.

Di dalam doa tersebut terdapat permintaan seputar penjagaan agama, kecintaan kepada Allah, kemudahan dalam kebaikan, hingga keselamatan di akhirat.

Adapun doa yang dimaksud, lafaznya secara lengkap adalah sebagai berikut, sebagaimana dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia:

اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي بِدِينِكَ، وَطَاعَةِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي حُدُودَكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِبُّكَ، وَيُحِبُّ مَلَائِكَتَكَ، وَرُسُلَكَ، وَعِبَادَكَ الصَّالِحِينَ، اللَّهُمَّ حَبِّبْنِي إِلَيْكَ، وَإِلَى مَلَائِكَتِكَ، وَرُسُلِكَ، وَعِبَادِكَ الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ آتِنِي مِنْ خَيْرِ مَا تُؤْتِي عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ يَسِّرْنِي لِلْيُسْرَى، وَجَنِّبْنِي الْعُسْرَى، وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى. اللَّهُمَّ أَوْزِعْنِي أَنْ أُوَفِّيَ بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَنِي عَلَيْهِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَئِمَّةِ الْمُتَّقِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ، وَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ.

Allahumma‘shimnii bidini-ka, wa thaa‘ati rasuulika shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma jannibnii huduudak. Allahummaj‘alnii mimman yuhibbuk, wa yuhibbu malaa-ikatak, wa rusulak, wa ‘ibaadakash shaalihiin. Allahumma habbibnii ilaik, wa ilaa malaa-ikatik, wa rusulik, wa ‘ibaadikash shaalihiin. Allahumma aatinii min khairi maa tu’tii ‘ibaadakash shaalihiin fid-dunyaa wal aakhirah. Allahumma yassirnii lilyusraa, wa jannibnil ‘usraa, waghfirlii fil aakhirati wal uulaa. Allahumma awzi‘nii an uwafiya bi‘ahdikal ladzii ‘aahadtanii ‘alaihi. Allahummaj‘alnii min a-immatil muttaqiin, waj‘alnii min waratsati jannatin na‘iim, waghfirlii khathii-atii yaumad diin.

Artinya: “Ya Allah, jagalah aku dengan agama-Mu dan dengan ketaatan kepada Rasul-Mu SAW. Ya Allah, jauhkanlah aku dari melanggar batas-batas-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mencintai-Mu, mencintai malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, jadikanlah aku dicintai oleh-Mu, oleh malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan sebagaimana yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh di dunia dan di akhirat. Ya Allah, mudahkanlah aku menuju kemudahan, jauhkan aku dari kesulitan, dan ampunilah aku di akhirat dan di dunia. Ya Allah, ilhamkanlah aku agar dapat menepati janji-Mu yang telah Engkau ikatkan kepadaku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk pemimpin orang-orang yang bertakwa, jadikanlah aku termasuk pewaris surga kenikmatan, dan ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan.” (Al-Mushannaf, juz 6, hlm. 108)

Doa seperti ini adalah jembatan antara gerakan fisik dalam ibadah haji dan kesadaran rohani. Karena itu, doa ini sangat penting untuk dibaca.

Jadi, setelah tawaf, lakukanlah sholat sunnah dua rakaat, kemudian duduklah dan bermunajat kepada Allah dengan membaca doa ini. Insya Allah, akan senantiasa diberikan keterhubungan hati dengan Allah. Wallahu a’lam bish-shawab.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement