JAKARTA - Dalam Islam, utang merupakan perkara muamalah yang sangat serius karena menyangkut hak sesama manusia yang harus ditunaikan. Meski demikian, banyak umat Muslim yang merasa terjepit dalam kesulitan finansial yang berat. Islam menawarkan jalan keluar dari situasi ini melalui kombinasi antara ikhtiar atau usaha nyata dan amalan spiritual dengan doa dan memohon kepada Allah SWT.
Salah satu amalan untuk melunasi utang adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada sahabat Abu Umamah RA saat ia sedang dirundung kesedihan akibat lilitan utang. Amalan ini dianjurkan untuk dibaca secara konsisten pada waktu pagi dan sore hari, berikut doanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazani, wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasali, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a'udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia." (HR. Abu Dawud).
Selain doa di atas, melansir dari berbagai literasi organisasi Islam Indonesia, umat juga dianjurkan membaca penggalan Surah Ali Imran ayat 26-27. Ayat ini mengandung pengakuan atas kekuasaan Allah SWT dalam mengatur rezeki hambanya.
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ