Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar 5 Negara dengan Biaya Haji Termurah di Dunia, Indonesia Termasuk?

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2026 |15:49 WIB
Daftar 5 Negara dengan Biaya Haji Termurah di Dunia, Indonesia Termasuk?
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Impian setiap Muslim untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci kerap terkendala oleh biaya yang meningkat, pengaruh dari kondisi ekonomi global dan penyesuaian tarif layanan di Arab Saudi. Meski demikian, beberapa negara berhasil mempertahankan biaya haji yang relatif terjangkau melalui sistem pengelolaan dana yang efisien dan pemberian subsidi pemerintah yang masif.

Berdasarkan data laporan resmi otoritas haji dari berbagai negara serta rujukan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, berikut adalah daftar 5 negara dengan biaya haji termurah di dunia yang dikelola melalui skema resmi pemerintah.

1. Malaysia (Kategori B40)

Malaysia secara konsisten menempati urutan teratas sebagai negara dengan biaya haji termurah bagi warga negaranya, khususnya untuk kelompok pendapatan rendah (B40). Melalui lembaga Tabung Haji, pemerintah Malaysia menerapkan skema subsidi silang. Untuk tahun 2024-2025, jemaah kategori B40 hanya perlu membayar sekitar RM 12.356 (sekitar Rp44–45 juta). Angka ini sangat rendah karena subsidi yang diberikan mencapai lebih dari 60% dari total biaya asli keberangkatan.

2. Indonesia (Haji Reguler)

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kuota haji terbesar yang juga memiliki sistem subsidi yang kuat melalui skema Nilai Manfaat yang dikelola oleh BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Dalam kesepakatan terbaru antara pemerintah dan DPR, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan langsung oleh jemaah reguler rata-rata berada di kisaran Rp56 juta hingga Rp58 juta. Meski biaya riil (BPIH) mencapai lebih dari Rp90 juta, jemaah hanya membayar sekitar 60% dari total biaya tersebut.

3. Pakistan (Government Hajj Scheme)

Pemerintah Pakistan melalui Ministry of Religious Affairs menawarkan skema haji pemerintah yang sangat kompetitif dibandingkan pihak swasta. Untuk musim haji terbaru, biaya yang ditetapkan untuk skema pemerintah adalah sekitar PKR 1,1 juta (sekitar Rp62–65 juta). Pakistan juga menerapkan kebijakan pengembalian uang (refund) jika terdapat sisa anggaran dari layanan masyaair di Arab Saudi, yang membuat biaya bersih yang dikeluarkan jemaah menjadi lebih efisien.

 

4. India (Haj Committee of India)

India melalui Haj Committee of India (HCOI) menyediakan paket haji yang disubsidi secara organisasional melalui koordinasi pemerintah. Jemaah yang berangkat melalui HCOI biasanya dikenakan biaya berkisar antara INR 350.000 hingga INR 400.000 (sekitar Rp66–75 juta), tergantung pada embarkasi keberangkatan. Biaya ini mencakup akomodasi, transportasi, dan layanan kesehatan yang telah dinegosiasikan secara kolektif oleh pemerintah India.

5. Mesir (Skema Haji Undian/Haj al-Qur'a)

Mesir memiliki skema unik yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri yang dikenal sebagai Haj al-Qur'a (Haji Undian). Skema ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi warga negara dengan biaya yang lebih rendah daripada agen travel komersial. Biaya untuk skema ini diperkirakan berada di kisaran EGP 180.000 hingga 200.000 (sekitar Rp58–65 juta). Angka ini merupakan salah satu yang terendah di kawasan Afrika Utara karena standarisasi layanan yang ketat oleh pemerintah Mesir.

Terjangkaunya biaya haji di negara-negara tersebut bukan disebabkan oleh penurunan kualitas layanan, melainkan adanya intervensi pemerintah yang kuat, baik melalui subsidi langsung maupun pengelolaan dana haji yang produktif. Bagi jemaah, sangat penting untuk selalu memantau pengumuman resmi dari otoritas agama di negara masing-masing guna mendapatkan rincian biaya terbaru yang berlaku.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement