Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Doa Saat Mabit di Muzdalifah

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |17:53 WIB
Doa Saat Mabit di Muzdalifah
Ilustrasi.
A
A
A

Puncak Kepasrahan Lewat Doa Rasulullah

Selain doa sapu jagad, jemaah juga sangat dianjurkan mengamalkan doa Rasulullah SAW pada Hari Nahr (Idul Adha). Walau dalam riwayat lengkapnya Nabi memanjatkan doa ini di luar Muzdalifah, para ulama menilai momentumnya sangat tepat dibaca saat mabit karena masih berada dalam lingkup Hari Raya Idul Adha:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ فَاكْفِنِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus seluruh makhluk, tiada Tuhan selain Engkau. Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Maka cukupilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.” (HR Thabrani)

Doa ini mencerminkan puncak ketundukan total seorang hamba di hadapan Penciptanya. Jika Nabi Muhammad SAW yang sudah ma’shum (terjaga dari dosa) tetap memohon perlindungan agar urusan dirinya tidak diserahkan pada ego sendiri walau sekejap mata, tentu kita sebagai manusia biasa jauh lebih membutuhkan untaian doa agung tersebut demi keselamatan hidup di dunia maupun akhirat.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement