Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenhaj Pastikan Seluruh Jamaah Haji Indonesia Tiba di Mina

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |09:42 WIB
Kemenhaj Pastikan Seluruh Jamaah Haji Indonesia Tiba di Mina
Jamaah haji tiba di Mina (Foto: Kemenhaj)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jamaah haji asal Indonesia telah tiba di Mina. Rangkaian pergerakan puncak ibadah haji atau Armuzna disebut berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan pergerakan jamaah terakhir dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu setempat. Sementara proses perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu setempat.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional,” ujar Maria dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Maria menuturkan, kelancaran proses Armuzna merupakan hasil sinergi antara petugas haji Indonesia dan otoritas Arab Saudi. Ia juga mengapresiasi kedisiplinan jemaah yang mengikuti arahan petugas selama proses pergerakan berlangsung.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jamaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” lanjut dia.

Saat ini, Kemenhaj berfokus memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jamaah selama berada di Mina, khususnya dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah hingga hari-hari tasyrik.

Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina dan ditempatkan di tenda-tenda jamaah serta sejumlah pos layanan di sepanjang jalur menuju Jamarat. Selain itu, petugas juga disiagakan di Masjidil Haram.

Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan adhoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jamaah.

“Penguatan layanan ini dilakukan agar jamaah mendapatkan pendampingan, perlindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.

Kemenhaj turut mengimbau seluruh jamaah untuk mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan dan tidak memaksakan diri, terutama pada siang hari saat suhu di Mina mencapai 41 derajat Celsius.

“Kami mengimbau jamaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jamaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” imbau Maria.

(Arief Setyadi )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement