Beduk Tiban & Suara Ayam Jago Sunan Ampel

Nurul Arifin, Jurnalis
Senin 06 Agustus 2012 09:44 WIB
Beduk Tiban di Masjid Jami Peneleh (Foto: Okezone/Nurul Arifin)
Share :

SURABAYA - Muncul secara tiba-tiba dalam istilah Jawa disebut “Tiban”. Tiban pun kemudian digunakan sebagai nama beduk di Masjid Jami Peneleh, Surabaya, Jawa Timur.

Sebab, beduk berdiameter satu meter dan panjang dua meter itu muncul tiba-tiba karena suaranya yang nyaring jika diletakkan di Masjid Jami Peneleh. Uniknya, kayu untuk beduk itu kali pertama ditemukan mengambang di Kalimas, sekira 100 meter dari Masjid Jami Peneleh.

“Kayu untuk bedug ini ditemukan oleh warga mengambang di Kalimas, Surabaya. Ketika lansir ke tengah sungai, kayu itu tetap saja tersandar di pinggir hingga akhirnya diambil oleh warga dan dijadikan beduk,” kata Juru Kunci Masjid Jami Peneleh, Mujayadi Kirom, kepada Okezone.

Mujiyadi menceritakan, penemuan terjadi puluhan tahun lalu ketika masjid belum direnovasi. Menurut pria yang akrab disapa Suradi itu, keanehan muncul setelah kayu dipasangi kulit.

Beduk itu pun kemudian ditaruh di Masjid Kemayoran, namun bunyinya tidak bisa nyaring. Hal yang sama ketika beduk diletakkan di Masjid Sunan Ampel.

“Di Masjid Kemayoran dan Masjid Sunan Ampel, bunyinya tidak bisa nyaring. Hingga akhirnya diletakkan di Masjid Jami Peneleh, ternyata suaranya nyaring,” jelas. Hingga kini, beduk itu ditaruh di Masjid Jami Peneleh.

Keanehan juga muncul saat beduk berada di Masjid Jami Peneleh. Entah siapa yang mulai, rupanya puing-puing kecil dari kayu beduk itu dipercaya warga dapat menyembuhkan penyakit. Tak pelak, warga, tanpa sepengetahuan pengurus masjid, sering mengambili kayu beduk.

Akhirnya, pada 1986, takmir masjid sepakat untuk melapisi beduk itu dengan kayu biasa. “Hal itu menghindari agar tidak kultuskan. Selain itu, jika sering diambil puingnya, kayu beduk akan gripis. Makanya, kami lapisi dengan kayu biasa,” ujarnya.

Selain fenomena beduk, di masjid seluas sekira 950 meter persegi itu sering terdengar suara kokok ayam jago. Warga percaya kokok ayam ini adalah berasal dari ayam jago milik Sunan Ampel.

Konon, ketika masuk ke Kampung Peneleh, Sunan Ampel melihat warga di kampung itu gemar melakukan adu ayam. Nah, Sunan Ampel pun juga ikut membaur ke warga sehingga harus ikut adu ayam.

“Karena memang seorang Wali, Sunan Ampel pun mengambil batu dan atas seizin Allah batu tersebut berubah menjadi ayam jago,” katanya.

Ayam jago milik Sunan Ampel itu berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Sekeras apa pun lawannya menggebrak maka tetap saja tersungkur. Sejak saat itu, warga yang gemar melakukan adu ayam bertobat.

“Di sini masih sering terdengar kokok ayam jago ini,” ucapnya.

(Anton Suhartono)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya