MADINAH - Memasuki pekan keeempat keberadaan jamaah haji Indonesia gelombang 2 di Madinah, angka tersesat di jalan sangat rendah. Kasus sesat di jalan mengalami penurunan yang sangat drastis dibanding dengan gelombang pertama dalam pelaksanaan haji.
Kepala Seksi Pengamanan dan Kasus Daker Madinah, Payumi Abdul Azis, menyatakan hingga akan berakhirnya pelaksanaan haji, jamaah yang tersesat sebanyak 51 kasus. "Alhamdulillah untuk kasus gelombang dua ini, relatif turun drastis dibandingkan gelombang pertama," jelasnya.
Padahal pada gelombang pertama, dengan jumlah hari yang sama, kasus tersesat di jalan mencapai ratusan hingga menembus angka 500 kasus. "Kalau gelombang pertama yang sesat jalan aja ratusan, 400-500 kasus, dan hampir tiap harinya menerima laporan. Tapi untuk gelombang dua, masih puluhan hanya sampai 51 kasus," ungkap Payumi.
Payumi Abdul Azis menambahkan, penurunan kasus diperkirakan karena pengalaman jamaah sebelumnya di Makkah pada waktu pelaksanaan haji. "Itu kemungkinan berdasarkan pengalaman di Makkah. Di Makkah, mereka jauh-jauh pada umumnya dari Masjidil Haram dan berdasarkan pengalaman yang ada, di sini mereka lebih berhati-hati," imbuhnya.
Penurunan yang signifikan juga terjadi untuk kasus kehilangan yang dialami jamaah. Hal ini jauh berkurang dibandingkan dengan gelombang jamaah haji pertama sebelumnya. "Sampai akan berakhirnya pelaksanaan haji, yang melaporkan kehilangan pada kita pada saat ini ada 16 kasus dan banyak yang telah kembali. Sedangkan sebelumnya ada 48 kasus yang merasa kehilangan," tambahnya.
Sementara itu, untuk kasus penipuan dan perampasan yang dialami jamaah haji gelombang dua di Madinah sejauh ini tidak ada. "Penipuan sama sekali nggak ada. Tidak ada laporan, perampasan tidak ada," tutup Payumi.
(M Budi Santosa)