Tak Ada Jamaah Haji yang Terkena Virus Korona

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis
Kamis 24 Oktober 2013 21:35 WIB
Gedung BPHI Madinah (Foto: MCH)
Share :

MADINAH- Kasus virus korona menjadi momok dalam pelaksanaan haji. Berdasarkan catatan sejak mulai prosesi ibadah haji hingga Kamis (24/10/2013), tidak tercatat ada jamaah haji di Indonesia, maupun jamaah dunia lainnya.

“Tidak ada jamaah yang terkena virus korona, sehingga status suspect yang diberikan kepada seorang jamaah di Surabaya hanya merupakan tindakan kehati-hatian saja,” kata Ketua Tim Pengawas dan Pengendalian Kesehatan Haji Dr Tjandra Yoga Aditama di Madinah.

Ini terkait adanya jamaah asal Bojonegoro, Jawa Timur, yang diduga sebagai suspect Virus Korona saat pulang dari Ibadah Haji.

Dia menjelaskan, ada sejumlah indikator yang digunakan apakah jamaah tersebut terindikasi atau suspect Virus Korona. “Meski dia belum tentu terkena virus korona,” tuturnya.

Indikatornya yakni memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat selsius, ditunjukkan melalaui alat pendeteksi suhu atau thermal scanner yang dipasang di debarkasi. Memiliki gejala demam dan batuk, serta baru sampai dari tanah Arab Saudi.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan itu memastikan, jamaah yang masuk rumah sakit dengan gejala itu belum tentu suspect korona.

Sebelumnya, seorang jamaah bernama TSA asal kloter 7 asal Bojonegoro dikabarkan terindikasi menderita virus korona. Dia terdeteksi memiliki suhu lebih dari 38 derajat selsius dan memiliki gejala batuk saat mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, sehingga dirujuk ke RS Dr Soetomo.

Sementara itu, data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) hingga pukul 14.00 waktu setempat, jamaah haji yang wafat telah mencapai angka 156 orang.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya