MADINAH- Baihaqi gagal diberangkatkan ke tanah air akibat pingsan di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Setelah dilakukan pemeriksaan, jamaah haji asal Debarkasi Surabaya (SUB) 37 itu menderita serangan jantung dan harus mendapat perawatan khusus di Rumah Sakit King Fahd, Arab Saudi.
Pantauan di lapangan, Baihaqi tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri saat berada di ruang tunggu atau plaza Bandara Madinah. Petugas kesehatan kloter kemudian memberikan bantuan udara dengan memompa bagian dada korban.
Tak lama berselang, dokter dan para medis bandara langsung menolong korban dan dievakuasi ke klinik bandara.
Fathurrahman, dokter klinik bandara, memastikan korban mendapat serangan jantung. Dokter pun tidak merekomendasi korban melakukan perjalanan udara untuk pulang ke tanah air.
Sang istri yang setia menunggu Baihaqi, terpaksa ikut menunda pemulangannya ke tanah air.
Agus Iman Santoso, petugas kesehatan kloter, menjelaskan, pria berusia 48 tahun itu termasuk kategori jamaah risiko tinggi. Korban diketahui pernah menderita jantung dan kencing manis bahkan pernah mendapat perawatan di BPHI Makkah.
(Kemas Irawan Nurrachman)