Kakbah dan Hajar Aswad, dari Masa Nabi Ibrahim hingga Era Raja Fahd

Rani Hardjanti, Jurnalis
Sabtu 04 Agustus 2018 06:29 WIB
Seiring perkembangan zaman, Kakbah mengalami sejumlah perubahan dari masa ke masa. (Foto: Okezone)
Share :

Di Masa Abdullah bin Zubair bin Awwam

Pada tahun 64 Hijriah, terjadi ketegangan yang berujung penyerangan oleh pasukan Yazid bin Mu’awiyah dari Syam di bawah panglima perang Husain bin Namir terhadap Abdullah bin ZubairRa yang berada di Makkah. Mereka menyerang Makkah hingga berakibat rusaknya tembok bangunan Kakbah .

Setelah 27 hari terdengar wafatnya Yazid, akhirnya mereka kembali ke Syam.

Kemudian Abdullah bin ZubairRa memutuskan untuk merenovasi Kakbah. Ibnu Zubair ini pernah mendengarkan hadis dari bibirnya, yaitu Aisyah Ra, bahwa Nabi SAW berkata padanya:

Bukankah kau melihat kaummu ketika membangun Kakbah, mereka memendekkannya dari formasi Ibrahim AS?” Maka aku (Aisyah Ra) berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW, apakah kita tidak saja kembalikan pada pondasi-pondasi Ibrahim?’ Nabi SAW berkata, ‘Seandainya kaum mu tidak baru saja kufur, niscaya Aku lakukan." (HR Bukhari, No. 1583).

Seandainya kaummu tidak baru saja dalam masa jahiliyah, pasti akan aku infakkan harta simpanan Kakbah dan akan aku jadikan pintunya di tanah, dan aku masukkan Hijir ke dalam Kakbah,” (HR Bukhari, No. 1586)

(Gembok dan kunci Kakbah di Museum Museum Imarat Al-Haramain Asy-Syarifain. Dok: MCH)

Selanjutnya, Abdullah bin Zubair Ra mengembalikan pondasi Kakbah sebagaimana dahulu dibangun Nabi Ibrahim AS. Dia memasukkan kembali ke Kakbah apa yang dikurangi oleh orang Quraisy saat renovasi. Abdullah bin Zubair Ra menambahkan enam hasta lebih sejengkal, dan menjadikan dua pintu sejajar dengan tanah. Beliau menambahkan di arah barat dan timur, serta menambah ketinggiannya 27 hasta (13,5 meter).

Di Zaman Al-Hajjaj bin Yusuf

Sesuai renovasi Kakbah oleh Abdullah bin ZubairRa, tidak lama kemudian, Abdul Malik bin Marwan dari Syam mengutus Al-Hajaj beserta pasukannya untuk menguasai kota Makkah. Ketika Makkah dikuasai dan Ibnu Zubair wafat dalam peperangan tersebut, Al-Hajaj mengirim surat kepada Abdul Malik bin Marwah, bahwa Ibnu Zubair telah merenovasi Kakbah dan ia ingin mengembalikan ke posisi semula.

Setelah diizinkan Abdul Malik, Kakbah direnovasi kembali dengan mengeluarkan enam hasta, serta menutup pintu yang berada di arah barat, dan meninggikan pintu Kakbah arah timur, lalu membongkar tembok bagian utara.

Pada suatu ketika, Abdul Malik bin Marwan mengetahui alasan sebenarnya Ibn Zubair merenovasi Kakbah ; mengembalikan ukuran bangunan Kakbah yang telah mengalami perubahan oleh orang-orang Quraisy zaman dulu. Abdul-Malik menyesal karena dirinya mengizinkan Al-Hajaj merenovasi Kakbah yang sudah dilakukan Abdullah bin Zubair sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam Muslim:

Ketika Abdul Malik bin Marwan sedang thawaf di Baitullah, tiba-tiba ia berkata, ‘Celakalah Ibn Zubair ketika ia berbohong atas Ummul-Mukminin, karena ia (Ibn Zubair) berkata, ‘Aku mendengar Ummul-Mukminin mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Aisyah, seandainya kaummu bukan baru dari masa kekufuran, tentu akan aku robohkan Kakbah sehingga aku tambahkan Hijir di dalamnya, karena sesungguhnya kaummu tidak mampu dalam membangun.”

Al-Harist bin Abdullah bin AbiRabi’ah berkata, "Jangan berkata demikian wahai Amiirul-Mukminin, karena aku mendengar Ummul-Mukminin bercerita demikian”. Abdul Malik berkata, ‘Kalau aku mendengarnya sebelum aku merobohkannya tentu aku akan membiarkannya sesuai atas apa yang dibangun Ibn Zubair," (HR Muslim, No. 3312)

(Tangga menunju Kakbah pada zaman dahulu. di Museum Museum Imarat Al-Haramain Asy-Syarifain. Dok: MCH)

Pada Masa Sultan Murad KhanAl-Utsmani

Pada tahun 1040 H atau 1630 M, terjadi banjir yang mengakibatkan rusaknya bangunan Kakbah . Atas perintah Sultan Murad KhanAl-Utsmani, maka Kakbah pun segera direnovasi seperti semula.

Di Era Raja Fahd bin Abdul Aziz

Pada tahun 1417 H, Raja Fahd memerintahkan untuk merenovasi Kakbah secara total mengingat bangunannya sudah termakan cuaca dan iklim. Renovasi meliputi panguatan pondasi bangunan Kakbah, pembuatan kran dan drainase, saluran air, dinding luar, menambal lubang-lubang serta mengganti atapnya. Dia menunjuk perusahaan Bin Laden yang bertugas merenovasi Kakbah .

Hasil renovasi: tinggi Kakbah 14 meter, panjang dari arah multazam, 12,84 meter, panjang dari arah Hijir Ismail 11,28 meter, antara Rukun Yamani dan Hijir Ismail 12,11 meter, antara Rukun Yunani dan Hajar Aswad 11,52 meter.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya