Sejarah Kiswah Kakbah, Ternyata Pernah Berwarna Merah dan Putih

Rafida Ulfa, Jurnalis
Kamis 23 Agustus 2018 06:11 WIB
(Foto: Sindonews)
Share :

JAKARTA – Kiswah merupakan gaun penutup Kakbah yang berada di Masjidil Haram, Makkah. Kiswah ini memiliki cerita tersendiri.

Nabi Ismail AS adalah orang yang pertama kali menutupi Ka’bah dengan kain. Ada pula yang berpendapat, bahwa orang yang mula-mula melakukannya adalah penguasa Yaman, As’ad al-Humiri (220 SM). Tetapi disebut pula orang yang pertama menutup Kabah dengan kain adalah Adnan Bin Udd.

Di masa Qushay bin Kilab, mereka mewajibkan bangsanya mengumpulkan sejumlah harta untuk mengganti Kiswah setiap tahun. Di antara mereka adalah Abu Rabi’ah al-Mughirah, seorang yang kaya raya, menyanggupi untuk menganggung biaya pembuatannya. Kemudian bangsa Quraisy menanggung untuk tahun berikutnya. Hal ini dia lakukan hingga wafatnya. Mereka mengganti kain Kiswah pada setiap bulan ‘Asyura. Demikian dikutip dari buku Haji dan Umrah Mabrur Itu Mudah dan Indah.

Kiswah di Masa Rasulullah SAW dan Setelahnya

Pasca Pembebasan kota Mekkah (Fathu Mekkah) Nabi Muhammad SAW menggunakan Kiswah Ka’bah yang berasal dari negeri Yaman. Hal ini tampaknya berlanjut hingga masa kekhalifahan Abu Bakar RA.

Di zaman Umar bin Khattab RA dan Utsman bin Affan RA, Kiswah diproduksi dari negeri Qibty Mesir, tepatnya Provinsi Fayyum, yang terkenal dengan khat-nya. Di masa tersebut, penggantian kain Kiswah Ka’bah terjadi pada bulan Ramadhan.

Pada masa Bani Umayyah, Kiswah Ka’bah diganti dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Asyura dan akhir Ramadhan. Ternyata, warna Kiswah Ka’bah, tidak selalu berwarna hitam. Pada zaman Fatimiyin, Kiswah Ka’bah pernah berwarna putih.

Pada zaman Bani Abbasiyayah, Kiswah Ka’bah diganti tiga kali dalam setahun, warnanya merah dan putih. Kemudian di zaman al-Ma’mun, pengganti Kiswah Ka’bah tiga kali dalam setahun yakni; di Hari Tarwiyah menggunakan Kiswah berwarna merah, pada awal bulan Rajab diganti dengan Kiswah Mesir, dan saat Idul Fitri menggunakan Kiswah berwarna putih.

Penggantian warna penutup Ka’bah ini berlanjut di zaman Muhammad Subuktain dengan Kiswah berwarna kuning, zaman An-Nasir Lidinillah al-Abbasy Kiswah berwarna hijau. Setelah itu Kiswah Ka’bah kembali ke warna Hitam hingga saat ini.

Akibat terjadi perselisihan, pada tahun 1345 H, pemerintah Mesir melarang pengiriman Kiswah. Pada tahun 1927, Raja Abdul Aziz Ali Su’ud memerintahkan untuk membuat perusahaan tenun Kiswah. Lalu ditunjuklah Syekh Abdurahman Mudhir Husain Mudhir al-Anshary sebagai direktur pembuatan Kiswah.

Sejak itu, terbentuklah perusahaan tenun Kiswah di Mekkah al-Mukarramah. Para perajin Kiswah ini terdiri dari 60 orang, meliputi; 40 orang ahli dan 20 pembantu operasional. Dari 40 orang ahli tersebut, 12 orang diantaranya berasal dari India.

Pada tahun 1381 H, kesepakatan antara pemerintah Mesir dengan Saudi kembali terjalin sehingga Mesir bersedia melanjutkan produksi dan pengiriman Kiswah Ka’bah.

 

Pendirian Pabrik Kiswah di Mekkah

Pada tahun 1392 H/ 1972 M, Raja Fahd bin Abdul Aziz meletakkan batu pertama pembangunan pabrik baru Kiswah di Mekkah. Ketika itu dia tengah menjabat sabagai Wakil Ketua Majelis Kabinet dan Menteri Dalam Negeri. Tatkala pabrik mulai siap beroperasi, dia pula yang membukanya secara resmi pada tahun 1397 H/ 1977 M. Sejak itulah pabrik ini terus memproduksi Kiswah untuk Ka’bah setiap tahunnya.

Pabrik ini juga membuat tirai bagian dalam untuk Ka’bah, tirai khusus untuk kamar Rasulullah SAW, menyulam bendera-bendera Kerajaan Arab Saudi, serta membuat potongan-potongan kain yang memiliki keserupaan dengan bagian Kiswah Ka’bah untuk diberikan kepada tamu-tamu Kerajaan Saudi sebagai cinderamata.

Pabrik Kiswah ini memiliki luas 100 meter persegi dengan pekerja 240 orang. Pabrik tersebut sekarang berada di bawah Departemen Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya