Rahasia Agar Doa Kita Dijabah Allah

Pradita Ananda, Jurnalis
Senin 29 April 2019 22:30 WIB
Doa mustajab (foto: Medium)
Share :

DOA sejatinya menjadi sarana untuk melabuhkan segala permohonan kepada Allah SWT. Apa pun juga. Karena itu, kita selalu berharap permohonan ini dikabulkan Allah SWT.

Namun sejatinya, menurut Islam, doa tidak bisa dilakukan sembarangan dan sekenanya. Seperti yang disebutkan Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadits, Ustadz Fauzan Amin. 

Ada tata cara alias bermunajat dalam berdoa agar bisa dijabah alias dikabulkan oleh Allah SWT.

 BACA JUGA : Jangan Lupa Baca Doa Ini Setelah Salat Tarawih dan Witir

"Memang betul ada tata cara berdoa kalau ingin mustajab,” jawab Fauzan Amin saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Berikut aturannya : 

Pertama ialah mengangkat tangan dan menghadap ke arah kiblat, seperti yang dicontohkan Nabi kepada umatnya, sebagaimana Hadits Ibnu Umar, dia berkata:

رَفَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ وَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَبْرَأُ إِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ خَالِدٌ

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya lantas berdo’a, ”Wahai, Allah. Aku berlepas diri kepadaMu dari apa yang diperbuat Khalid (bin Walid)”

 

Yang kedua, berdoa dalam keadaan diri mempunyai wudhu, mengingat Allah mencintai yang namanya kesucian. Seperti yang disebutkan dalam firman Allah,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ

الْمُتَطَهِّرِينَ

‘Innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn’,

Artinya : Sesunguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (Al-Baqarah : 222)

Yang ketiga, mulai doa dengan bacaan tahmid dan shalawat serta mengakhirinya dengan tawassul kepada Nabi. “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.” (HR. Tirmidzi no. 3477 dan Abu Daud no. 1481).

Dalam berdoa, kata Fauzan, sebaiknya juga memperhatikan pilihan waktu. Disarankan  Anda memanjatkan doa di waktu-waktu mustajab.

“Berdoa di waktu yang mustajab, di antaranya ketika sujud di akhir rakaat shalat, saat jeda antara azan dan iqamah, saat turun hujan, saat separuh malam terakhir dan lain sebagainya,”imbuhnya.

Terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa ketika itu,” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah).

 

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah SAW bersabda, “Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya,” (HR. Muslim no. 757).

Sebelum memulai doa, disebutkan kita harus memperbanyak tobat dengan memperbanyak istighfar (taubat), seperti firman Allah dalam Surat Nuh ayat 10,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, "(QS. Nuh:10-)

 BACA JUGA : Jalan-Jalan ke Jepang? Jangan Lupa Kunjungi 4 Tempat Ini

Etika yang penting juga agar doa kita bisa dijabah Allah ialah dengan menata hati. Maksudnya kita harus ikhlas dan tidak memanjatkan doa yang negatif serta wajib menyakini bahwa doa-doa yang kita panjatkan itu diterima Allah SWT.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya