Mahar juga dapat bersifat akhirati seperti keimanan. Seperti yang telah diceritakan dalam sejarah, mahar seperti yang pernah di minta Ummu Sulaim pada Abu Thalhah, dapat juga berupa ilmu ataupun hafalan Alquran.
Dikisahkan terdapat seorang pria yang meminta untuk dinikahkan oleh Rasulullah SAW, namun dia tidak memiliki apapun sebagai mahar, walaupun hanya sebuah cincin dari besi.
Lalu Rasulullah bertanya kepadanya, ‘Apakah Kamu menghafal Alquran?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku hafal surat ini & surat itu (dia menyebutkan beberapa surat di dalam Al-Qur’an). ‘Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku menikahkan Kamu dengannya dengan mahar berupa surat Alquran yang kamu hafal itu’. (disarikan dari hadits yang cukup panjang di dalam Kitab Shahih Bukhari no: 1587).
(Dyah Ratna Meta Novia)