4. An-nafs al-mulhamah (jiwa yang diilhami)
Seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT pada surat asy-Syams ayat 8 yang bunyinya: فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Artinya : Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.
Menurut M.Quraish Shihab (2002: 15: 297-299) bahwa ilham berbeda dari wahyu. Menurut Shihab, ilham adalah semacam intuisi, pemberitahuan langsung dari Allah SWT bahwa suatu perbuatan itu baik atau buruk.
Selain az-Zamakhsyariy dan M. Quraish Shihab, Al-Gazally juga memberikan pemahamannya mengenai jiwa atau nafs. Selain seorang rohaniawan, Al-Gazally juga menghabiskan hidupnya sebagai seorang sufi terkemuka.
Menurut Al-Gazally, jiwa (nafs) itu terdapat tiga macam. Pertama, an-nafs al-ammarah, yaitu nafs yang selalu menyuruh pada kejahatan dan nafs semacam ini berada pada tingkat paling bawah.
Kedua, an-nafs al-lawwamah, yaitu nafs yang sudah meningkat ke arah yang lebih baik dan tunduk kepada hati nurani yang selalu membisikkan kebenaran. Ketiga, an-nafs al-mutma'innah, yaitu nafs yang tenang.
(Muhammad Saifullah )