Perjuangan Ulama dan Santri Merebut Kemerdekaan yang Terlupakan

Novie Fauziah, Jurnalis
Kamis 29 Agustus 2019 12:51 WIB
Kiai Subchi atau Kiai Bambu Runcing yang berjuang melawan kemerdekaan (Foto: NU Online)
Share :

Indonesia merasakan berkah kemerdekaan sudah 74 tahun lamanya. Namun tahukah generasi milenial bahwa kemerdekaan diraih tak lepas dari perjuangan para ulama dan santri yang sangat luar biasa. Salah satu contohnya, peran vital KH Hasyim Asyari serta para ulama lainnya dan santri dalam pertempuran 10 November di Surabaya.

 

Sayangnya Indonesia tak mencatat perjuangan ulama dan santri dengan baik. Banyak perjuangan tokoh-tokoh Islam yang tak dituliskan dalam buku sejarah.

Sejarawan Senior, Ahmad Mansur Suryanegara mengatakan, sejarah umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan masih dikaburkan.

"Peran ulama dalam membela bangsa dan negara secara perlahan malah dikesampingkan," katanya dalam Rapat Pleno ke-42 Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bertajuk 'Peran Umat Islam yang Terlupakan dalam Pembentukan Negara RI', di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Menurutnya, banyak catatan sejarah yang menulis kontribusi ulama dan santri yang tidak tercatat dan terpublikasikan secara benar. Ini cukup menyedihkan.

"Sejatinya penulisan sejarah itu akan ditentukan siapa yang memimpin negeri ini," kata Mansur.

Contoh kasusnya, dalam sebuah tulisan yang berjudul 'Pemberontakan Kartosoewiryo di Jawa Barat, Daud Beureuh di Aceh atau Kahar Muzakar di Sulawesi', di sini tokoh Islam hanya diceritakan sebagai pemberontak, tanpa dijelaskan sebelumnya bahwa mereka juga punya andil besar dalam perang kemerdekaan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya