Bolehkah Menggabungkan Puasa Asyura dan Puasa Qadha? Ini Hukumnya

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 09 September 2019 15:51 WIB
Ilustrasi puasa. Foto: Diabeter Warrior
Share :

MUHARRAM jadi salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Biasanya umat Islam melaksanakan puasa sunah, yaitu Tasua dan Asyura. Jika menjalankan puasa tersebut, maka dosa Anda akan diampuni selama satu tahun dan juga masih banyak keutamaan lainnya.

Sementara itu sebagian orang pasti memiliki hutang puasa saat Ramadan. Sedangkan Anda ingin juga menunaikan Puasa Asyura dan Tasua di bulan Muharam. Lalu apakah puasa qadha Ramadan bisa digabungkan dengan puasa sunah Tasua dan Asyura?

Tasua dan Asyura merupakan puasa sunah seperti yang lainnya. Semua umat muslim sangat dianjurkan menjalankannya, selama tidak ada halangan, seperti sakit, haid dan nifas (bagi perempuan). Jika ingin menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan sunah Tasua dan Asyura, terdapat beberapa pendapat, ada yang membolehkan, ada juga yang tidak.

Dilansir dari laman NU Online, puasa Tasua dan Asyura juga diawali dengan niat seperti yang diterapkan pada puasa sunah lainnya. Contoh niatnya: "Saya niat puasa karena Allah Ta'ala." Jadi tidak perlu ditambahkan dengan lapadz sunah puasa Tasua atau Asyura.

Sementara hutang puasa ketika Ramadhan tidak dilaksanakan, wajib diganti atau menqadha-nya. Puasa qadha ini pun sudah jelas niatnya, yaitu "Saya niat berpuasa qadha Ramadan fardhu karena Allah Ta'ala".

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya