PERINGATAN Hari Santri Nasional atau HSN 2019 diwarnai dengan Kopdar Santrinet. Dalam acara itu Menteri Agama Lukman Hakim meminta santri mengisi media sosial (medsos) dengan konten keberagaman umat.
Menurutnya, sebagai masyarakat terdidik, santri harus bisa memanfaatkan medsos untuk mencerahkan masyarakat. Selain itu, peserta Kopdar Santrinet juga bisa menggunakan medsos sebagai wadah mengimplementasikan ilmu yang didapat di pesantren.
“Maka pendekatan santri dalam bersosial media itu harus mencerahkan. Caranya itu harus menjelaskan, bukan memperhadapkan (antara hal yang bertentangan). Bersosial media harus mengimplementasikan ilmu yang kita miliki untuk mencerahkan masyarakat,” kata Menag Lukman dalam acara Kopdar Santrinet bertema Pengarusutamaan Konten Perdamaian di Jakarta.
Menag Lukman menuturkan, selama berada dalam pendidikan pondok pesantren, para santri telah mendapatkan ilmu-ilmu keagamaan yang komprehensif. Mulai dari tauhid, fiqih, quran, hadis, hingga sejarah islam. Ilmu-ilmu ini yang diharapkan dapat digunakan santri untuk dapat membahas permasalahan kekinian dari kacamata agama.
Menag Lukman dan para santri juga mendiskusikan dua hal lain dalam Kopdar Santrinet tersebut, yaitu, konten dan metodologi penyebaran wacana perdamaian di media sosial. Menurut Menag, saat ini perlu terus disebarkan wacana atau narasi tentang moderasi beragama.