Menanggapai kejadian ini, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, mungkin saja orang-orang yang mengusir ini bermaksud baik karena menghindari hal-hal yang tidak pantas yang berujung akan merusak masjid.
Namun mengusir orang baik yang sedang istirahat di masjid juga tidak pantas. Apalagi perbuatan tersebut tidak menceriminkan akhlak sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
"Perilaku yang demikian dengan mengusir dan menghardik orang yang istirahat di masjid adalah tidak pantas dan tidak etis menurut akhlak Karimah yang diajarkan Rasulullah," katanya pada Okezone, Senin (7/10/2019).
Sementara dalam sejarah tercatat bahwa Ash-Habus Shuffah, yaitu para sahabat yang zuhud, fakir, dan perantau tidur (bahkan tinggal) di masjid pada zaman Rasulullah SAW.
Mereka dalam kesehariannya selama tinggal di dalam masjid juga beribadah sekaligus maksud untuk menghidupkan masjid.