اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ
Allahumma kamaa hassanta kholqi fa hassin khuluqi
Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku"
Raden menjelaskan bahwa doa yang diajarkan Rasulullah ini memiliki ikatan yang sangat kuat antara zahir (yang terlihat oleh mata) dan batin (yang tidak terlihat oleh mata). Oleh karena itu, yang harus dipercantik bukan hanya wajahnya saja, melainkan hati atau akhlak pun harus diperbaiki.
"Subhanallah, doa yang diajarkan Nabi ini memiliki ikatan kuat antara zahir dan batin," ujarnya.
Di dalam doa tersebut, tambahnya, Rasulullah SAW seolah-olah menekankan kepada umatnya, yaitu wahai umatku, ingatlah bukan wajahmu saja yang harus kau percantik. Tapi akhlakmu,". Sebab esensi kecantikan adalah sesuatu yang lahir dari dalam diri. Kemudian, terbentuk menjadi akhlak yang mulia.