Ini Momen Khadijah Jatuh Cinta kepada Nabi Muhammad SAW

Viola Triamanda, Jurnalis
Senin 11 November 2019 14:34 WIB
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
Share :

Jika Muhammad berbicara atau tersenyum, gigi-giginya bersinar putih dan bersih.

Khadijah mulai berpikir bahwa Muhammad adalah pemuda yang sekufu baginya. Bahkan, ia merasa telah tertawan oleh spirit Muhammad SAW yang kuat, membuat jiwanya sendiri tunduk sekaligus memancarkan kebahagiaan.

Itulah ketakutan orang yang mabuk dan khudlu' (tunduknya)nya pecinta. Kepasrahan pecinta dalam memandang orang yang dicintai. Namun, Khadijah berpikir apakah pemuda yang bergelar al-amin dan ash-shadiq itu mau menikah dengan dirinya yang sudah berumur empat puluh tahun? Apakah mungkin Muhammad menerima perasaan seorang janda tua sementara ia berpaling dari gadis-gadis Makah dan bunga-bunga Bani Hasyim yang segar?

Dalam cengkeraman kebingungan dan rasa gelisah itu, datanglah seorang sahabatnya, Nafisah binti Muniyah. Begitu sang sahabat mengajaknya bicara, segeralah tersingkap rahasia yang tersembunyi. Nafisah menganggap itu sebagai hal yang mudah karena di antara wanita- wanita Quraisy tidak ada wanita yang lebih tinggi nasab dan kehormatannya daripada Khadijah yang kaya sekaligus cantik. Semua orang sangat ingin menikah dengannya, jika itu mungkin.

Begitu keluar meninggalkan Khadijah sahabatnya, Nafisah bergegas menemui Muhammad al-Amin ash-Shadiq dan segera memulai pertanyaan dengan sangat cerdas: "Wahai Muhammad, apakah yang membuatmu belum menikah?"

Muhammad SAW menjawab, "Aku tidak memiliki biaya untuk menikah." Sambil tersenyum, Nafisah berkata, "Jika engkau dicukupi lalu diajak untuk memasuki pintu kekayaan, kehormatan, dan kecukupan, apakah engkau bersedia?"

Dengan penasaran Muhammad SAW bertanya, "Siapakah ia?" Tanpa menunggu lama, Nafisah menjawab, "Khadijah binti Khuwailid."

Muhammad menjawab, "Jika ia mau, aku terima. Nafisah segera menyampaikan kabar gembira itu kepada Khadilah. Ada pun Muhammad al-Amin memberitahukan kepada paman-pamannya akan keinginannya untuk menikah dengan Sayyidah Khadijah.

Paman Rasulullah, Abu Thalib, Hamzah dan lain-lain segera pergi bertandang ke kediaman paman Khadijah Amar ibn Asad ibn Abdil Uzza ibn Qushay, untuk meminang Khadijah. Sang paman begitu memuji Muhammad SAW dan segera menikahkan mereka dengan mas kawin dua puluh anak unta.

Setelah akad nikah berlangsung, binatang-binatang sembelihan itu pun disembelih dan dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Rumah Khadijah dibuka untuk semua keluarga dan kerabat. Salah satu dari mereka yang hadir adalah Halimah as-Sa'diyah, ibunda yang menyusui Rasulullah SAW yang datang untuk menyaksikan pernikahan putranya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya