Ini Momen Khadijah Jatuh Cinta kepada Nabi Muhammad SAW

Viola Triamanda, Jurnalis
Senin 11 November 2019 14:34 WIB
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
Share :

SETIAP perjalanan hidup Nabi Muhammad adalah pelajaran bagi umat Islam. Termasuk momen ketika istrinya, Khadijah, jatuh cinta kepada Rasulullah SAW.

Khadijah sempat bingung ketika dirinya ada hati untuk menikah dengan Nabi Muhammad SAW. Sebab waktu itu ia tak yakin Rasulullah mau dengan dirinya yang sudah menjadi.

Namun sebelum ke momen jatuh cinta itu, simaklah kisah ketika pintu-pintu Masjidil Haram di Makah terbuka, lalu para wanita berdatangan ke Baitullah. Khadijah dan orang-orang di sekelilingnya segera masuk ke dalam Kakbah, terbungkus oleh pakaian sutra dan wajah yang memancarkan cahaya.

Khadijah masuk melalui pintu Ibrahim, samar-samar ia merasakan bahwa takdir sedang menyimpan sesuatu yang indah untuknya. Ia tidak tahu apakah sesuatu itu, tetapi ia bisa merasakan bahwa sesuatu itu akan mengantarkannya untuk mewujudkan impian-impian besar yang selalu membayangi sepanjang hari, baik saat tertidur maupun terjaga.

Khadijah melaksanakan thawaf di Baitullah sebanyak tujuh kali lalu berhenti di Multazam, di antara Hajar Aswad dan Kakbah. Ia mulai berdoa dan memohon kepada Allah STW.

Ilustrasi. Foto: Shutterstock 

Pertama-tama ia tidaklah meminta untuk diberkahi dalam berdagang, tetapi ia meminta dengan sangat dan sungguh sungguh agar impian-impiannya bisa terwujud.

Wanita yang suci dan terhormat, junjungan kaum Quraisy dan para wanita di seluruh dunia pada masa itu: Khadijah binti Khuwailid ibn Asad ibn Abdil 'Uzza ibn Qushay ibn Kilâb ibn Murrah ibn Ka b ibn Lu'ay ibn Ghalib. Ibunya bernama Fatimah binti Zâ idah ibn Asham ibn Haram ibn Rawahah.

Khadijah lahir di tengah keluarga terhormat dan terpandang, sekitar lima belas tahun sebelum tahun Gajah (68 SM). Ia pun tumbuh di suatu keluarga terhormat hingga menjelma menjadi seorang wanita yang cerdas dan agung. Ia terkenal memiliki keteguhan dan kecerdasan serta tata krama yang sangat luhur. Karena itu, Khadijah menjadi pusat perhatian bagi para pembesar kaum Quraisy.

Sebelum membangun rumah tangga dengan Rasulullah, Khadijah menikah dengan Abu Halah ibn Zararah at-Taimi dan menghasilkan dua anak: Halal dan Haram. Ketika Abu Halah meninggal dunia, Khadijah menikah lagi dengan Atiq ibn Abid ibn Abdullah al-Makhzumi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya