Adapun tentang siapakah suami Zainab sebelum Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam ada banyak versi yang meriwayatkan. Dalam kitab Uyyun al-Atsar, dikutip dari ibnu ‘Abd al-Barr dan Ibnu Sayyid an-Nas serta ath-Thabari dalam As-Samth ats-Tsamin lalu dalam Al-Ishabah dan Al-Istibah dan Al-Isti ab, dituturkan bahwa Zainab adalah istri Thufail ibn Harits yang kemudian diceraikan lalu dinikahi oleh Rasulullah.
Sementara itu, dalam As-Sirah an-Naabawiyyah karya Abdul Mutthalib. Sebelum itu, ia adalah istri dari jahmah ibn Amr al-Harits al-Hilali, saudara sepupunya sendiri. Adapun dalam riwayat Ibnu Abd al-Barr dan az-Zuhri dan ibnu hajar dalam Al-Ishabah, dikatakan bahwa zainab adalah istri Abdullah ibn Jahsy yang gugur dalam peperangan yang gugur dalam perang Uhud. Selanjutnya Zainab dinikahi oleh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Riwayat dari al-Kalbi mengatakan bahwa Zainab adalah istri Thufail ibn Harits yang kemudian diceraikan. Ia dinikahi oleh saudara Thufail sendiri yang kemudian gugur dalam perang badar. Setelah itu Zainab dipinang oleh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dikutip dari buku Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam, riwayat yang disepakati oleh sebagian besar sumber adalah bahwa Rasulullah menikahi Zainab pada bulan Ramadhan tahun 3H. Setelah itu, Zainab tinggal bersama beliau selama beberapa bulan kemudian wafat.
(Dyah Ratna Meta Novia)