Kabar duka datang dari dunia olahraga. Seorang petarung berhijab bernama Saeideh 'Sai' Aletaha meninggal dunia usai mengalami cedera fatal.
Cedera fatal petarung berhijab yang akrab disapa Saeideh itu terjadi dalam pertarungan Mix Martial Art (MMA) kelas amatir di Southampton, Inggris.
Saeideh adalah salah satu petarung berhijab berkewarganegaraan Iran, usianya juga masih muda yakni menginjak 26 tahun.
Ia menderita cedera otak selama kontes K-1 Lightweight yang mempertemukan para petarung dunia kelas amatir.
Ternyata pertarungan yang diselenggarakan pada Sabtu malam itu menjadi laga terakhirnya. Ia mengalami cedera otak parah yang membuatnya kritis dan tak kunjung pulih dari penyakitnya.
Saeideh yang merupakan mahasiswi Desain dan Teknologi Industri di Universitas Loughborough langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Umum Southampton pada Minggu pagi. Sayang nyawanya tidak tertolong dan meninggal pada hari yang sama.
Sebelum meninggal dunia Saeideh ikut ambil bagian dalam Pertarungan Fast & Furious yang diselenggarakan oleh Lookborai dan Exile Gym. Kematian Saeideh pun langsung menjadi viral.
Pihak penyelenggara pun langsung membuat pernyataan tentang apa yang dialami Saeideh. “Setelah pertunjukan hari Sabtu, kami dengan menyesal mengumumkan bahwa Saeideh Sai Aletaha dari Lookborai kalah. Sayang ia mengalami cedera yang membuatnya kritis dan belum pulih,” terang pernyataan di Facebook, dilansir dari 5 Pillars, Rabu (20/11/2019).
Lebih lanjut, pernyataan tersebut menjelaskan bahwa staf kesehatan dan paramedis ditempatkan dalam acara tersebut. Mereka langsung memberikan bantuan apabila para petarung mengalami cedera saat berkompetisi.