Hud-hud menemukan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang perempuan. Kerajaan itu cukup besar dan makmur. Sang Ratu duduk di atas sebuah singgasana yang besar. Sayangnya Ratu dan penduduk kerajaan itu tidak menyembah Allah SWT, tapi menyembah matahari.
Seperti dilansir Suara Muhammadiuyah, kerajaan yang dimaksud oleh Hud-hud adalah Kerajaan Saba di Yaman yang dipimpin oleh seorang ratu yang disebut Ratu Saba (Queen of Sheba) yang bernama Balqis, biasa juga disebut Ratu Balqis.
Saba adalah ibu kota Kerajaan Saba yang didirikan oleh Saba ibn Yasyjub ibn Ya’rub ibn Qahthan tahun 955 SM di Yaman. Nama kota dan sekaligus nama kerajaan diambilkan dari nama pendirinya yaitu Saba ibn Yasyjub itu.
Kaum Saba dikenal dalam sejarah dengan perdagangan dan pertanian mereka. Perniagaan mereka maju karena daerah Yaman merupakan sebuah mata rantai perniagaan yang menghubungkan kawasan timur dengan kawasan barat. Kaum Saba memegang peranan yang besar dalam melancarkan perniagaan itu.
Di samping perniagaan negeri Saba juga terkenal dengan hasil pertaniannya. Raja-raja negeri Saba membangun bendungan-bendungan air, diantaranya bendungan raksasa di Kota Ma’rib yang dikenal dengan Bendungan Ma’rib. Dengan adanya bendungan ini kaum Saba dapat mengadakan irigasi yang teratur, sehingga derah Yaman menjadi subur dan paroduktif. (Al-Qur’an dan Tafsirnya, VII: 195)
Nabi Sulaiman tidak percaya begitu saja dengan laporan prajuritnya. Beliau menguji kebenaran laporan Hud-hud dengan menyuruhnya mengantarkan sebuah surat kepada penguasa negeri itu. Setelah menjatuhkan surat itu di istana Ratu Saba’, Hud-hud diperintahkan untuk mengamati apa respon mereka. Allah SWT berfirman,
۞قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٢٧ ٱذۡهَب بِّكِتَٰبِي هَٰذَا فَأَلۡقِهۡ إِلَيۡهِمۡ ثُمَّ تَوَلَّ عَنۡهُمۡ فَٱنظُرۡ مَاذَا يَرۡجِعُونَ ٢٨
“Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan” (Q.S.An-Naml 27: 27-28)