Nabi Sulaiman merupakan raja sekaligus panglima perang yang disegani oleh seluruh makhluk Allah. Suatu ketika Nabi Sulaiman AS memeriksa pasukannya, termasuk pasukan burung.
Rupanya saat melakukan pemeriksaan dalam barisan burung, Nabi Sulaiman tak menemukan burung hud-hud. Tidak ada yang dapat melaporkan di mana keberadaan hud-hud waktu itu.
Nabi Sulaiman mengancam, jika nanti burung hud-hud datang, tidak dapat mengemukakan alasan yang kuat kenapa dia tidak hadir dalam barisan pasukan, maka Sulaiman dapat menjatuhkan hukuman yang berat kepada burung itu. Hud-hud dapat dijatuhi hukuman mati yaitu disembelih. Allah SWT berfirman,
وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيۡرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَآ أَرَى ٱلۡهُدۡهُدَ أَمۡ كَانَ مِنَ ٱلۡغَآئِبِينَ ٢٠ لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابٗا شَدِيدًا أَوۡ لَأَاْذۡبَحَنَّهُۥٓ أَوۡ لَيَأۡتِيَنِّي بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ ٢١
“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”. (Q.S. An-Naml 27: 20-21)
Dalam segala hal kedisiplinan sangat penting, apalagi dalam dunia militer. Jika pasukan dikumpulkan tidak ada yang boleh terlambat, apalagi absen. Perajurit yang indisipliner tentu akan dihukum. Hal itulah yang diterapkan oleh Sulaiman kepada seluruh anggota pasukannya, baik manusia, jin maupun burung seperti Hud-hud.
Tidak berapa lama kemudian datanglah Hud-hud dan segera melaporkan temuannya. Allah SWT berfirman:
فَمَكَثَ غَيۡرَ بَعِيدٖ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ وَجِئۡتُكَ مِن سَبَإِۢ بِنَبَإٖ يَقِينٍ ٢٢ إِنِّي وَجَدتُّ ٱمۡرَأَةٗ تَمۡلِكُهُمۡ وَأُوتِيَتۡ مِن كُلِّ شَيۡءٖ وَلَهَا عَرۡشٌ عَظِيمٞ ٢٣ وَجَدتُّهَا وَقَوۡمَهَا يَسۡجُدُونَ لِلشَّمۡسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمۡ لَا يَهۡتَدُونَ ٢٤ أَلَّاۤ يَسۡجُدُواْۤ لِلَّهِ ٱلَّذِي يُخۡرِجُ ٱلۡخَبۡءَ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَيَعۡلَمُ مَا تُخۡفُونَ وَمَا تُعۡلِنُونَ ٢٥ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ۩ ٢٦
“Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. Agar mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang besar”. (Q.S.An-Naml 27: 22-26)
Sungguh menarik apa yang dilaporkan oleh Hud-hud. Rupanya burung itu sudah terbang sangat jauh sekali sampai ke negeri Saba dekat bendungan Ma’arib Yaman, dekat Shan’a sekarang ini. Diperkirakan jarak antara Palestina pusat kerajaan Sulaiman dan Yaman lebih kurang 2400 km. Hud-hud tidak hanya sekadar terbang jauh mencari makan, atau hanya sekadar terbang untuk bersenang-senang. Dia juga memperhatikan keadaan dan mengamati lingkungan, seraya melihat-lihat kalau ada sesuatu yang penting dilaporkan kepada Nabi Sulaiman, raja dan panglimanya. Apa yang ditemukan oleh Hud-hud?