Layanan fast track pada musim haji 2020 mendatang tidak hanya akan dinikmati jamaah haji yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) saja.
Layanan fast track juga akan dirasakan oleh jamaah haji yang berangkat dari Bandara Juanda, Kota Surabaya.
Fast track merupakan layanan keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan di Indonesia. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan paspor, perekaman biometrik dan sidik jari.
Setibanya di Madinah atau Jeddah, jemaah tidak perlu lagi antri di Bandara untuk menjalani proses imigrasi dan bisa langsung diantar menuju hotel.
Tahun 2019, layanan ini dinikmati sekitar 70 ribu jamaah asal DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan Jawa Barat yang berangkat dari Bandara Soetta.
Pada musim haji 2020 mendatang, layanan fast track juga akan disiapkan di Bandara Juanda, Surabaya.
“Tahun 2020 mendatang, fasilitas fast track juga akan dinikmati jamaah haji yang berangkat dari Embarkasi Surabaya,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar, Rabu (11/12/2019).
Menurut Nizar, layanan fast track akan mempercepat proses imigrasi di Arab Saudi, dari 4 sampai 5 jam, menjadi 1 sampai 1,5 jam saja. Sebab, sesampainya di bandara di Arab Saudi, jamaah turun pesawat, bisa langsung menuju ke bus untuk membawa mereka ke hotel beristirahat.
Nizar menjelaskan, Bandara Juanda Surabaya sudah memiliki infrastruktur untuk layanan fast track. Di sana sudah disiapkan terminal khusus untuk jamaah haji yang sudah disurvei pihak Arab Saudi.
Seperti dilansir dari website Kemenag, petugas Imigrasi Arab Saudi akan didatangkan dan ditempatkan langsung di Bandara Juanda Surabaya. Ini sangat efektif.
“Jumlah SDM imigrasi Arab Saudi yang akan diberangkatkan ke Indonesia untuk melakukan pelayanan fast track terbatas. Setiap bandara paling tidak butuh sekitar 40 sampai 50 petugas. Maka, sampai saat ini belum semua bandara dibuka fasilitas ini,” ujarnya.
Terpisah, Kasi Transportasi Edayanti menambahkan, jamaah haji yang berangkat dari Bandara Juanda Surabaya jumlahnya lebih dari 38 ribu orang. Mereka berasal dari tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.
(Dyah Ratna Meta Novia)