Dai kondang yang memiliki nama asli Djoko Ismanu Herlambang ini mengatakan setiap sumpah yang diucapkan kelak akan menjadi pertanggung jawaban di akhirat. Allah SWT akan menagih semua itu, maka apabila sumpah itu hanya dalih maka orang itu berdosa.
Ia memberikan contoh, yaitu pada tahun politik yang lalu seseorang bersumpah jika lawannya menang, maka dirinya akan loncat dari atas Monas hingga memotong kupingnya sendiri. Menurut Dhanu, sumpah itu tidak perlu dikatakan karena jika tidak bisa melaksanakannya, orang itu harus membayar kifarat.
“Dia itu bersumpahnya lucu juga kadang-kadang. (Red. Misalnya) kalau lawan menang dia akan memotong telinga sendiri. Lah jadi repot. Jadi dia bersumpah itu bayar kifaratnya, yaitu satu, memberi makan sepuluh orang, memberi pakaian kepada sepuluh orang. Kemudian juga berpuasa tiga hari bila tidak ditepati sumpahnya,” ucapnya.
Sementara itu adanya peringatan bahwa jangan bermain-main dengan sumpah pun diterangkan dalam Alquran, yaitu di Surat Al Maidah ayat 89, Allah berfirman:
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Lā yu`ākhiżukumullāhu bil-lagwi fī aimānikum wa lākiy yu`ākhiżukum bimā 'aqqattumul-aimān, fa kaffāratuhū iṭ'āmu 'asyarati masākīna min ausaṭi mā tuṭ'imụna ahlīkum au kiswatuhum au taḥrīru raqabah, fa mal lam yajid fa ṣiyāmu ṡalāṡati ayyām, żālika kaffāratu aimānikum iżā ḥalaftum, waḥfaẓū aimānakum, każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la'allakum tasykurụn