Cepatnya perputaran bumi pada porosnya (rotasi) dan kuatnya muntahnya pusat bumi atas material-materialnya, telah mengakibatkan pengikisan di dua kutub. Inilah penafsiran berkurangnya bumi dari tepi-tepinya, hal yang kemudian membuat bumi berbentuk bulat telur (elips), bukan bulat bola.
Teori pergeseran benua dalam kurun waktu jutaan tahun akan mengurangi bumi dari tepi-tepinya. Hilangnya material-material di bagian puncak gunung akibat hujan dan angin (erosi), lalu berpindah ke bawah lantaran aliran sungai, lalu meresap ke pantai-pantai di lautan dan samudera telah mengakibatkan berkurangnya bumi dari tepi-tepinya.
Sungai-sungai telah membawa jutaan ton sampah material gunung setiap tahunnya dan memindahkannya ke lautan. Akibatnya, bagian-bagian puncak gunung menjadi terkikis dan bagian-bagian yang lebih rendah terjejali olehnya.