Ia menjelaskan, Pemerintah China bisa melakukan langkah yang lebih baik terhadap warga muslim Uighur di Xinjiang dari pada kebijakan saat ini. Misalnya membuat kebijakan non-represi terhadap muslim Uighur.
Seperti dilansir NU Online, Gus Yahya mengatakan, NU bisa membantu persoalan Muslim Uighur jika diminta. “Ini masalah politik dalam negeri China. Kalau mau kita bantu, kita bantu. NU bisa bantu kok kalau Pemerintah China mau. Kita bisa bantu dengan wawasan keislaman yang dikembangkan di NU, yang bisa membuat penduduk Uighur lebih fleksibel di dalam menerima sistem politik China. Kalau mau kita bisa bantu,” terangnya.