Artinya: "Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki,"
Lebih lanjut, kata Idrianto, Imam Al Ghazali pernah menjelaskan ada empat istilah yang menjelaskan soal hati, yaitu sodrun (pikiran kurang waras), lubbun (perasaan terlalu rind, fuadun (hati nuran), dan qalbu (kalbu). Semua itu bermakna qasirah atau berhubungan.
"Salah satu kata yang paling populer yaitu ulil albab yang berasal dari lubbun," kata Idrianto.
Ia melanjutkan bahwa yang dapat merasakan karunia Allah SWT lewat adanya gerhana matahari hanyalah orang-orang yang bersih hatinya. Gerhana matahari tersebut sebagai pengingat manusia, yaitu adanya ciptaan Allah yang tidak dapat ditandingi.