Di samping itu, Gus Dur juga sabar dalam menerima kekalahan dan kegagalan hidup. Sebab, banyak orang yang mengalami kegagalan dan tidak menjadikan kegagalan itu sebagai batu sandungan.
Selam ini Gus Dur juga selalu istiqomah melihat hidup hanya sebagai saluran berkah untuk orang-orang di sekitar. Sebab, sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Ungkapan demikian bagi Gus Dur bukan sekadar jargon melainkan sebagai tugas mewujudkan Islam rahmatan lil alamin yang sudah tidak bisa ditawar.