Sains dalam Alquran, Labu yang Mudah Dicerna

Suherni, Jurnalis
Sabtu 25 Januari 2020 00:03 WIB
Ilustrasi. Foto: Gografix
Share :

Abu Thalut mengisahkan, ia masuk ke rumah Anas ibn Malik yang saat itu sedang memakan labu, seraya berkata, “Ada apa sebenarnya kamu ini, wahai labu. Aku menyukaimu hanya karena Rasulullah menyukaimu.” (HR. At-Tirmidzi).

Labu besar atau labu kuning merupakan sumber vitamin A yang baik dan mengandung 90,8% air, 0,02% lemak, 1,1% protein dan 6,45% zat tepung. Di dalamnya juga terkandung zat besi dan zat kapur dengan jumlah yang lebih tinggi daripada yang terdapat pada zucchini. Manfaat terpenting dari labu adalah bijinya dapat menghilangkan/mengeluarkan cacing pita dari usus besar.

Seratus gram labu menghasilkan 65 kalori, dan merupakan makanan yang baik bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Labu sangat cocok bagi orang sakit untuk meningkatkan tekanan darah karena kaya akan kalium. Biji labu berkhasiat sebagai diuretik (penyebab naiknya laju urinase).

Labu adalah makanan lembut dan kaya vitamin yang sangat bermanfaat untuk orang yang menderita demam. Air labu berkhasiat menghilangkan pusing jika diminum atau digunakan untuk membasuh muka. Labu sangat lunak di perut, dan merupakan makanan yang paling lembut dan paling cepat dicerna.

Demikian dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, karya Dr. Nadiah Thayyarah halaman 839-840.

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya