اللهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الغَلا وَالوَبَاء وَالرِّبا وَالزِّنا وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ، وَسُوءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَما بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلادِ المُسْلِمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أِرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Artinya: "Ya Allah! Angkat dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana, dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya, dan dari semua negeri kaum Muslimin, dengan Rahmat-Mu, Duhai Yang Maha Penyayang."
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya menuturkan, musibah seperti datangnya penyakit korona sudah menjadi kehendak Allah SWT. Namun sebagai seorang Muslim yang baik harus percaya bahwa semua itu adalah ujian.
“Sebagai seorang Muslim meyakini bahwa musibah itu adalah bentuk ujian yang diberikan kepada kita. Sehingga jika kita bersabar dalam menghadapi musibah tersebut, dia (Allah SWT) akan mengangkat derajat kita,” katanya saat dihubungi Okezone, Jumat (24/1/2020).