4. Minum air zam zam
Sukardi pun menceritakan, selama berada di Tanah Suci ia tidak pernah melewatkan mengonsumsi air zam zam secara rutin. "Alhamdulillah, selama di sana (Tanah Suci) aku enggak pernah lewat minum air zam zam. Sekitar dua hari minum zam-zam berturut-turut sakitku mulai berkurang gitu aja," ucapnya.
Sebagaimana diketahui jika air zamzam bukan hanya memiliki keutamaan dan berkahnya saja. Terdapat juga keutamaan lainnya, seperti:
عَنْ جَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: مَاءُ زَمْزَمَ لمِاَ شُرِبَ لَهُ : أخرجه أحمد وابن ماجه
“Dari Jabir dan Ibnu ‘Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Air Zam-Zam, tergantung niat orang yang meminumnya.”
5. Mengonsumsi madu
Terakhir selain minum air zam zam juga mengonsumsi madu. Madu juga diyakini sebagai obat, sekaligus dapat menjaga kondisi tubuh khususnya saat sedang menjalankan ibadah umrah.
Dijelaskan dalam Alquran, Allah SWT berfirman,
ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya: "Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."
(Dyah Ratna Meta Novia)