Perjalanan Hidup Gus Sholah, Kuliah di ITB hingga Jadi Pengasuh Ponpes Tebuireng

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 03 Februari 2020 17:59 WIB
Gus Sholah (Foto: Inst Ipang Wahid)
Share :

Pada Muktamar NU ke-30 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Gus Sholah ikut maju sebagai salah seorang kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kemudian ia terpilih sebagai salah satu Ketua PBNU periode 1999-2004. Pada Muktamar NU tahun 2004 di Solo, Gus Sholah yang ditawari kembali menjadi ketua PBNU, namun beliau menolak tawaran tersebut.

Pada tahun 2006 Gus Sholah resmi menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, yakni untuk menggantikan KH. Muhammad Yusuf Hasyim atau panggilan akrabnya Pak Ud, yaitu putra bungsu Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari dan Nyai Nafiqoh.

Perjalan Gus Sholah memang sangat panjang, mulai bergulat di dunia arsitektur hingga akhirnya memegang amanah menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Nama, karya, ilmu hingga kepribadiannya akan senantiasa dikenang oleh semua orang, termasuk para santrinya.

Salah satunya adalah alumnus Ponpes Tebuireng, Fathurrochman. Ia juga sangat dekat dengan sosok Gus Sholah semasa di pondok. “Salah satu kiai yang paling berpengaruh dalam hidup saya dipanggil Allah SWT. Beliau sangat sabar mendidik santri-santrinya agar menjadi penulis, manusia jujur, dan tulus,” katanya.

Fathurrochman mengatakan, di saat ia merasa gagal mengenal dirinya, Gus Sholah yang mengajaknya menjadi seorang pemberani. Membuka ruang dialog, dan mendobrak kejumudan. “Hingga kami sadar bahwa semua orang adalah penting dan berpotensi sama.”

Gus Sholah menikah dengan Ibu Farida dan dikaruniai tiga orang anak. Yakni Irfan Asy’ari Sudirman (Ipang Wahid), Iqbal Billy, dan Arina Saraswati. Selamat jalan Gus Sholah, semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya