Badan Keagamaan Turki telah menagguhkan salat berjamaah di masjid-masjid akibat COVID-19. Penangguhan salat berjamaah di masjid dilakukan sampai ada pemberitahuan lanjutan sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 di Turki
Dilansir dari Yeni Safak, Selasa (17/3/2020), Kepala Direktorat Agama Turki, Ali Erbas mengatakan, masjid-masjid akan tetap terbuka untuk orang yang ingin salat secara individual.
Warga boleh datang ke masjid. Namun salatnya tidak berjamaah, alias sendirian saja. Ini guna mencegah penyebaran COVID-19.
“Namun daripada harus ke masjid, sebaiknya warga salat sendirian di dalam rumah. Ini untuk tindakan pencegahan penyebaran COVID-19,” terang Erbas.
Erbas juga menekankan masyarakat Turki yang sedang melakukan ibadah umrah di Arab Saudi untuk segera kembali ke Turki. Sebanyak 390 warga Turki yang pulang dari umrah akan langsung dikarantina.
COVID-19 yang baru muncul di Wuhan, Cina Desember lalu, sejauh ini telah merambah ke 146 negara di dunia. WHO menyatakan bahwa virus COVID-19 sebagai penyakit global yang melanda seluruh dunia.
Menurut Worldometer, sebuah situs web yang menginformasikan korban terkait COVID-19, dari sekitar 176.000 orang lalu jumlah kematian yang mencapai angka hampir 6.700 orang dan lebih dari 77.500 orang di antaranya telah pulih.
(Dyah Ratna Meta Novia)