Orang yang diamanahi kekuasaan, beribadah kepada Allah SWT dengan memenuhi hajat orang banyak dan memberikan kemaslahatan untuk mereka. Begitu pula dengan para dokter, tukang kayu, petani, pembuat barang, pedagang, tentara, polisi dan seterusnya.
Jika setiap manusia berinteraksi dengan Allah pada tempat-tempat yang telah diatur-Nya, niscaya surga akan disegerakan bagi mereka dan mereka akan hidup dengan indah di muka bumi ini juga.
Sang wali Allah, Bisyr al-Hafi yang mencetuskan pemikiran tersebut meninggal di kota Baghdad tahun 227 H/841 M. Ia sangat dikagumi oleh Ahmad bin Hanbal dan dihormati oleh khalifah al-Ma'mun. Kisah pertobatannya diriwayatkan oleh Fariduddin al-Attar di dalam buku Tadzkiratul Auliya.
Attar meriwayatkan, sewaktu muda, ia adalah seorang pemuda berandal. Suatu hari dalam keadaan mabuk, ia berjalan terhuyung-huyung. Tiba-tiba ia temukan secarik kertas bertuliskan: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Bisyr lalu membeli minyak mawar untuk memerciki kertas tersebut kemudian menyimpannya dengan hati-hati di rumahnya. Begitulah awal ia mencintai Sang Pencipta.
(Muhammad Saifullah )