Pandemi Corona, Muslim Amerika Gagas Diskusi Virtual Peduli Lingkungan

, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2020 12:59 WIB
Sakinah dan Omari, penggagas Khalifa Conversation, bersama anak-anaknya. (Foto: Courtesy Photo/VOA)
Share :

PANDEMI corona virus disease (Covid-19) mengubah cara warga Muslim di Amerika Serikat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hal ini turut dirasakan Kori Majeed. Akibat masjid-masjid ditutup, ia lebih banyak berada di rumah.

Meski begitu, pendiri Green Ramadhan yang tinggal di Maryland tersebut aktif secara daring. Bekerja sama dengan Green Muslim di Virginia, Majeed meluncurkan Khalifa Conversation atau bincang-bincang di media sosial dengan sesama Muslim pegiat lingkungan.

Baca juga: Masjid Raya Paris: Penghormatan untuk 100 Ribu Pejuang Muslim 

Dalam pertemuan virtual itu, Majeed dan warga Muslim lainnya berbagi ide tentang hal-hal yang dilakukan secara lokal. Selepas berbincang dan saling berbagi pengalaman dalam Khalifa Conversation, semua yang terlibat menjadi termotivasi untuk lebih banyak berbuat bagi lingkungan, sesuai ajaran Islam.

"Khalifa Conversation secara online merupakan salah satu cara bagi saya menjangkau sekaligus menghubungkan mereka yang tertarik untuk memberi dampak yang lebih positif pada lingkungan berdasarkan ajaran Islam," tutur Majeed, seperti dikutip dari VOA, Selasa (19/5/2020).

Walaupun formatnya adalah bincang-bincang, bukan berarti dalam kegiatannya setiap minggu, orang-orang yang hadir dalam Khalifa Conversation hanya berbicara panjang-lebar tanpa makna. Dalam setiap pertemuan, ditetapkan materi dan dihadirkan seseorang yang lebih berpengalaman dalam materi pembahasan untuk berbagi ilmu.

Misalnya, ahli berkebun permakultur yang dalam bincang-bincang itu berbagi pengalamannya berkebun. Ia juga memberi sejumlah tips berkebun di tempat terbatas dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas. Ia bahkan memotivasi peserta bincang-bincang untuk berkebun secara kecil-kecilan di perkarangan sendiri.

Baca juga: Sholat Idul Fitri di Rumah dan Bermaafan via Medsos demi Keselamatan Bersama 

Dalam kesempatan lain, kolaborasi dua perempuan dari Green Muslim dan Green Ramadan itu membahas cara hidup praktis secara Islam dengan semangat peduli lingkungan. Mereka yang berbagi pengalaman adalah pasangan suami-istri yang memutuskan keluar dari ingar-bingar kehidupan Kota Washington DC untuk hidup sebagai peternak dan petani organik di Virginia dan mendirikan Fitrah Farm.

"Kami juga mendatangkan tamu pembicara dengan keluarga beranggotakan 11 orang. Rumah tinggal mereka awalnya tidak menetap, di dalam rumah mobil, lalu membeli lahan di pinggiran Virginia untuk pertanian organik dan menyediakan daging halal bagi masyarakat," tambah Majeed.

Sakina dari Fitrah Farm mengungkapkan upayanya menyediakan daging dan sayuran organik. Ia juga menjelaskan pentingnya mengonsumsi daging halal dan baik bagi Muslim sesuai ajaran Islam.

"Cara kita memelihara ternak sedemikian rupa menjadi sangat penting sebagai wujud menjalankan kaidah mengonsumsi daging yang halal," ujarnya kepada VOA.

Baca juga: Youtuber Arab Bakal Pecahkan Rekor Dunia Buka Puasa Bersama 

Selain mengutamakan tanaman organik, kata Sakina, Fitrah Farm memandang penting perlakuan terhadap hewan ternak. Di peternakannya, ia selalu memerhatikan pakannya.

Sakina menyayangkan warga Amerika dihadapkan pada pilihan untuk mengonsumsi daging tanpa mengetahui dari mana daging itu berasal dan bagaimana hewan tersebut disembelih. Misalnya daging ayam yang menjadi kesukaan banyak warga dari berbagai kelompok masyarakat di Amerika Serikat.

"Cara hewan itu dipelihara. Banyak mengatakan hewan peliharaan itu hidup di kandang ayam besar yang, Anda tahu, ratusan ribu ekor ayam itu tidak pernah keluar, mendapatkan udara segar bahkan sinar matahari," imbuh Sakina.

Khalifa Conversation berawal dari Kori Majeed dan Sevim Kalyoncu saling bertukar pesan singkat secara spontan dua minggu sebelum Ramadhan 2020 di tengah pandemi covid-19.

Perempuan sekaligus ibu dari seorang anak berusia 6 tahun itu agak sedih karena anak-anak, dan kaum muda Green Muslim khususnya, tahun ini tidak dapat menjalankan Ramadhan dengan belajar di alam bebas. Namun, perempuan asal Alabama itu merasa bangga dengan bincang-bincang virtual tersebut.

Baca juga: Zakat Boleh Dilebihkan dan Tanpa Ijab Kabul Secara Fisik 

Sevim Kalyoncu menjelaskan, "Karena melibatkan dua organisasi, maka kami melanjutkan pertemuan bulanan setelah Ramadhan. Rencananya tetap mengundang orang untuk menyajikan program atau bisnis mereka, juga pengetahuan tentang lingkungan, dan bisa langsung dikaitkan dengan Islam dan lingkungan hidup."

Kini semakin banyak Muslim hadir dalam bincang-bincang itu dan mereka tersebar di kawasan Metropolitan Washington, mencakup Maryland, Washington DC, dan Virginia. Baik Kori maupun Sevim sepakat melanjutkan Khalifa Conversations sekali sebulan.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya