5 Keutamaan Puasa Syawal, Penyempurna Ibadah Wajib

Hantoro, Jurnalis
Selasa 26 Mei 2020 12:31 WIB
Ilustrasi puasa. (Foto: Shutterstock)
Share :

4. Bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala

Ibnu Rajab mengatakan, "Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan."

Sampai-sampai Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam pun yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang banyak melakukan sholat malam.

Ini semua dilakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat pengampunan dosa yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan.

Begitu pula di antara bentuk syukur karena banyaknya ampunan di bulan Ramadan, di pengujung bulan umat Islam dianjurkan banyak berdzikir dengan mengagungkan Allah Subhanahu wa ta'ala melalui bacaan takbir "Allahu Akbar".

Ini juga di antara bentuk syukur sebagaimana Allah berfirman:

وَلِتُكْمِلُواالْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَاهَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa kepada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS Al Baqarah: 185)

5. Menandakan ibadah terus-menerus dan bukan musiman

Amalan yang seseorang lakukan ketika Ramadhan tidaklah berhenti setelah bulan suci tersebut berakhir.

Amalan seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik napas kehidupan. Jadi, apabila seseorang segera melaksanakan puasa sehari setelah Idul Fitri, maka itu merupakan tanda bahwa ia begitu semangat untuk melaksanakan puasa, tidak merasa berat dan tidak ada rasa benci.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya