Mandi besar atau mandi wajib adalah salah satu sarana untuk mensucikan diri dari hadats besar. Dalam syari’at Islam ada empat perkara yang menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hadats besar yaitu keluar mani, haid, nifas, jima’ dan melahirkan.
Perintah Allah terkait wajibnya mandi besar ini terdapat dalam surat al-Maidah ayat 6:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟…
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah...”
Ada dua perkara yang wajib dilakukan bagi orang yang sedang melakukan mandi besar agar mandinya sah dan suci dari hadats, yaitu niat dan meratakan air ke seluruh anggota tubuh.