TURKI mengutuk keras serangan bom molotov terhadap Masjid Köprülü Hacı İbrahim Aga, di Provinsi Limassol, Siprus, Yunani. Perdana Menteri Republik Turki Siprus Utara (TRNC), Ersin Tatar menyatakan serangan tersebut sebanyak tiga kali.
Tulisan bernada ujaran kebencian juga dilaporkan terpampang di dinding masjid. Kalimat itu berbunyi: “Immigrants, Islam not welcome” yang tertulis dengan menggunakan cat berwarna biru. Polisi Siprus Yunani langsung dikerahkan untuk menyelidiki insiden tersebut.
“Kami sedih melihat bahwa di tengah pandemi ini bahkan masih ada beberapa orang di Siprus Yunani yang menggunakan kesempatan yang ada untuk menyerang orang lain, khususnya umat muslim dan tempat ibadah mereka," kata Ersin melansir dari laman Dailysabah.
Dia mendesak otoritas Siprus Yunani untuk segera bertindak menangkap para pelaku.
Baca juga: Aksi Heroik Pedagang Muslim Selamatkan Toko dari Penjarahan di Minneapolis
"Pemerintah Siprus Yunani serta publik harus tahu bahwa pendekatan rasis dan islamophobia tidak akan membawa kebaikan. Mereka yang bertindak seperti ini adalah yang paling merugi," tuturnya.
Sementara, otoritas tertinggi agama di Siprus Utara mengungkapkan bahwa mereka sangat kecewa atas terjadinya insiden itu. Mereka pun mengutuk segala aktivitas penyerangan xenophobia dan islamophobia.
Masjid Köprülü Hacı İbrahim Aga juga pernah diserang oleh orang tak dikenal delapan tahun lalu. Masjid tersebut dibangun pada tahun 1826 atas perintah Jenderal Ottoman Köprülü Hacı İbrahim Aga. Pada tahun 1894, masjid ini pernah hancur total akibat banjir dan kembali dibangun di tahun 1913 dengan merenovasi bangunan aslinya.
(Rizka Diputra)