YUNUS bin Ubaid merupakan seorang saudagar. Ia hidup di masa tabiin. Selain ramah, Yunus juga saudagar yang selalu mengedepankan kejujuran. Dalam aktivitas sehari-harinya berdagang di pasar, Yunus menjual berbagai macam perhiasan, riwayat lain menyatakan garmen dan tekstil.
Yunus ketika itu menjadi yang paling pertama membuka kios. Seperti biasa, setelah selesai membuka tempat berjualan, ia selalu menunaikan sholat dua rakaat. Selama sholat, dia menitipkan semua jualannya kepada adik laki-lakinya.
"Kamu tunggu di sini. Saya akan segara kembali," kata Yunus kepada saudaranya, seperti dikisahkan dalam buku 101 Kisah Muslim, dikutip dari Sindonews, Senin (8/6/2020).
"Baik, saya juga sementara ini belum ke mana-mana," jawab adiknya tersebut.
Akhirnya Yunus berlalu meninggalkan kiosnya untuk melakukan kegiatan rutin sebelum memulai akad jual-beli. Setelah beberapa menit Yunus meninggalkan kios, datang seorang pembeli dari kalangan Badui.
Setelah melihat-lihat perhiasan di kios Yunus, akhirnya warga Badui itu mengajukan pertanyaan. "Berapa ini, anak muda?" tanya dia kepada adik Yunus itu.
"Itu barang kita kasih harga 400 dirham," jelas adik Yunus.
Dikarenakan suka melihat perhiasan yang dijual di kios Yunus, akhirnya warga Badui itu tidak mengajukan permintaan agar harga dapat diturunkan. Dia langsung membelinya tanpa ada proses tawar-menawar dengan adik laki-laki Yunus tersebut.
Ternyata ada kecurangan yang dilakukan adik Yunus. Tanpa sepengetahuan Yunus, sang adik menjual dengan harga dua kali lebih mahal dari yang sudah ditentukan. Padahal harga yang ditetapkan Yunus sebesar 200 dirham. Artinya, adik Yunus untung 200 dirham dari penjualan perhiasan itu.
Tanpa direncanakan, orang Badui yang baru saja beberapa saat meninggalkan kios Yunus itu bertemu Yunus di persimpangan.
Yunus menyapa lebih awal karena mengetahui barang yang dibawa orang Badui itu dibeli dari kiosnya. Lalu Yunus bertanya kepada orang Badui tersebut.
"Berapakah harga barang ini kamu beli?" kata Yunus bertanya kepada Badui itu. Reputasi Yunus sebagai pedagang jujur cukup terkenal.
Tanpa pikir panjang, orang Badui itu menjawab, "(Seharga) 400 dirham," ucapnya.
Mendengar jawaban itu, Yunus kaget karena barang tersebut dijual hanya 200 dirham, bukan 400 dirham.
"Tetapi, harga perhiasan ini sebenarnya hanya 200 dirham," ungkap Yunus.