Syekh Hanafiyah Abbas, Sosok Zuhud Pengkader Banyak Ulama di Aceh

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 23 Juni 2020 13:14 WIB
ilustrasi (stutterstock)
Share :

TEUNGKU Syekh Hanafiyah Abbas atau dikenal dengan sebutan Teungku Abi adalah alim ulama besar terpengaruh di Aceh. Beliau pernah belajar ke Makkah dan mengkader banyak ulama. Sosok zuhud yang jadi teladan, tempat masyarakat meminta fatwa keagamaan.

Dr. Nurkhalis Mukhtar El-Sakandary, Ketua STAI al Washliyah Banda Aceh sekaligus penulis buku ‘Membumikan Fatwa Ulama’ menjelaskan bahwa Syekh Hanafiyah Abbas merupakan ulama yang lahir segenerasi dengan Abu Ali Lampisang, Abu Kruengkalee, Abu Meunasah Kumbang dan Abu Cot Kuta.

Baca juga: Abu Ibrahim Ishaq Lamno, Ulama Aceh Lihai Berdebat dengan Tawaran Solusi

Dilansir dari jaringansantri.com, Nurkhalis Mukhtar dalam artikelnya tentang profil Syekh Hanafiyah menulis bahwa beliau berasal dari keluarga terhormat, dan termasuk keturunan para ulama yang datang ke Samalanga, Kabupaten Bireun, Aceh untuk menyebarkan dakwah.

Disebutkan bahwa asal muasal keturunan Syekh Hanafiyah Abbas berasal dari Arab, namun silsilah tersebut tidak diberi perhatian khusus, sehingga jalur ke kakek beliau tidak diketahui dengan pasti.

Namun yang pasti bahwa kehadiran Syekh Hanafiyah Abbas memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Samalanga secara khusus, mengingat banyak para ulama generasi berikutnya termasuk Abu Abdul Aziz Samalanga atau Abon Samalanga adalah murid dan menantunya.

Karena Abon Samalanga merupakan salah satu ulama yang banyak mengkader para ulama pada masa berikutnya. Di antara murid-murid Abon Samalanga adalah Abu Ibrahim Lamno, Abu Kasim Tb, Abon Darussalamah, Abu Kuta Krueng, Abu Daud Lhueng Angen, Abon Kota Fajar, Abu Panton, Abu Mudi Samalanga dan para ulama lainnya yang umumnya kharismatik dan dikenal di Aceh. Sanad keilmuan Abon Samalanga selain dari Abuya Syekh Muda Waly, juga dari guru dan mertuanya Syekh Hanafiyah Abbas atau Teungku Abi.

Syekh Hanafiyah Abbas semenjak kecil memiliki bakat dan kesungguhan dalam belajar sehingga mengantarkan beliau menjadi seorang yang alim dan diambil sebagai menantu oleh ulama terpandang Tanjungan Samalanga yaitu Abu Idris Tanjungan yang merupakan guru dari banyak ulama Aceh.

Abu Idris Tanjungan disebutkan oleh Prof Ali Hasjmi pernah menetap dan belajar di Makkah selama 11 tahun. Di antara murid-muridnya yang menjadi ulama adalah Teungku Syihabuddin Idris, Teungku Haji Hanafiyah Abbas, Teungku Haji Abdul Hamid Idris, Teungku Abu Bakar Cot Kuta, Teungku Muhammad Hasbi Siddiqie dan para ulama lainnya. Adapun Teungku Abu Bakar Cot Kuta adalah murid terakhir yang beliau didik pada akhir tahun dua puluhan, setelahnya beliau wafat.

Baca juga: Masih Hidup, Ini 3 Ulama Banten Dikenal Keramat

Sebelum belajar kepada Abu Idris Tanjungan, Syekh Hanafiyah Abbas belajar kepada salah seorang ulama yang disebut dengan Teungku Chik Di Pasi. Kepada Teungku Chik Di Pasi beliau melewati masa pembelajaran Ibtidaiyah dan Tsanawiyah, sedangkan pada level Aliyah dan pendalaman beliau belajar kepada Abu Idris Tanjungan, Pimpinan Dayah Tanjungan Samalanga.

Karena tertarik dengan sikap dan keluhuran budi yang melekat pada diri Teungku Hanafiyah Abbas, maka beliau dinikahkan dengan anak perempuan Abu Idris Tanjungan yang bernama Juwairiah.

Setelah menikah dengan anak gurunya, Teungku Hanafiyah kemudian menetap dan membantu mengajar di Dayah tersebut. Disebutkan ketika Syekh Hanafiyah Abbas sedang membaca sebuah kitab dan menjelaskannya kepada murid-murid, ada bacaan yang meleset dari maksud pengarang kitab, sehingga ibu mertuanya yang juga ulama bernama Ummi Fatimah, isteri Abu Idris Tanjungan meluruskan bacaan dengan membaca bait dari Matan Alfiyah.

‘Teguran’ tersebut memantik semangat Syekh Hanafiyah Abbas untuk belajar ke Mekkah, sebagaimana kisah ini terdapat dalam beberapa tulisan yang beredar bermuara dari tulisan Tgk H Muhammad Iqbal salah satu santri senior Dayah (Pondok Pesantren) Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga.

Berangkatlah Syekh Hanafiyah Abbas ke Makkah dengan tekad ingin memperdalam ilmunya kepada para ulama di Kota Suci itu. Di Makkah para ulama Aceh yang segenerasi dengan beliau dan pernah belajar ke sana adalah Teungku Syekh Muhammad Hasan Kruengkalee, Tuwanku Raja Keumala, Teungku Chik Lamjabat, Teungku Chik Lambirah, Teungku Fakinah, Teungku Syekh Hasballah Indrapuri, Teungku Syekh Usman Maqam dan para ulama lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya